Simplified

mulai dari yang paling sederhana

Posts Tagged ‘Technology

Internet Access Per Host

with 4 comments

internet-access-per-hostDulu awal-awal Microsoft berkembang, Bill Gates punya suatu impian dimana setiap rumah di US mempunyai satu PC (Personal Computer) sendiri-sendiri, sekarang PC sudah menjamur di berbagai negara. Beberapa tahun belakangan ada ide yang dilontarkan oleh Nicholas Negroponte dimana dia mengembangkan notebook dengan harga terjangkau dengan harapan setiap orang bahkan seorang anak sekalipun memungkinkan untuk memilikinya. Proyek ini dinamakan OLPC (One Laptop Per Child), saat itu laptop mini tersebut direncanakan dijual dengan harga $100. Dua tahun ini sudah muncul laptop-laptop mungil berkonsep OLPC tersebut, salah satunya Asus Eee PC.

Nah sekarang sepertinya cocok kalau kita menunggu layanan akses internet murah he..he.. Mungkin nantinya akan ada jargon seperti internet access per host, setiap device yang support teknologi internet (IP based) bisa akses internet dimanapun dan kapanpun dengan harga murah (sangat berharap hihi). Apalagi sekarang sudah marak penggunaan IPv6, sehingga kekhawatiran akan kekurangan  IP Address sedikit berkurang, device seperti HP, PDA, UMPC, Laptop, ataupun PC bisa terkoneksi ke  internet dengan lebih mudah.

Sebenarnya sekarang pun device-device di atas sudah bisa terkoneksi ke internet dengan mudah. Tapi kekurangannya hanya satu, yaitu kurang murah he..he.., jadi agak enggan juga koneksi dari device seperti HP atau PDA dengan menggunakan jaringan GPRS atau 3G untuk browsing di internet. 

Mungkin salah satu syarat utama agar internet access per host dapat terwujud adalah harganya murah, seperti OLPC yang dibandrol dengan harga murah itu, akibatnya banyak yang rela antri beli. Biasanya harga jual suatu teknologi akan turun bila ada teknologi baru yang lebih baik masuk ke pasaran. Sepertinya tidak akan lama lagi karena WiMAX juga sebentar lagi datang atau ketika konsep RT/RW Net nya pak Onno sukses. Semoga.

Advertisements

Written by rakhmawan

April 17, 2008 at 11:37 pm

Posted in IT & Technology, Network

Tagged with ,

OMNeT++ Untuk Simulasi Urban Bus Traffic

with 10 comments

Kemarin waktu searching di Google tentang tutorial OMNeT++ dapat satu slide presentasi yang cukup menarik. Slide presentasi ini berasal dari Centre of Mathematical Modelling (CMM), University of Chille. Pada slide tersebut dilakukan simulasi public transportation di Chile dengan menggunakan software OMNeT++. Suatu implementasi sangat menarik, mengingat software OMNeT++ sebenarnya adalah Discrete Network Simulator gratis yang mirip network simulator lainnya seperti NS-2 ataupun OPNET.

Mungkin karena sifatnya yang discrete itu lah bisa digunakan untuk simulasi trafik yang lain asal traffic-nya discrete. Objek yang diteliti pada penelitian tersebut adalah public transportation network di kota Santiago de Chile. Bus dan penumpangnya dianalogikan sebagai paket, jalan raya sebagai links, dan bus stop, terminal serta perempatan jalan dimodelkan sebagai node behaviour .

Skala network yang dimodelkan pun tidak tanggung-tanggung, terdiri dari 5000 tempat tujuan (client host), 11000 jalan raya, 5000 bus, dan 4 juta penumpang.

Implementasi yang cukup menarik dari suatu Discrete Network Simulator. Sepertinya kota-kota besar seperti Jakarta juga perlu dimodelkan seperti tadi, tapi cukup kebayang rumitnya kalo memodelkan Jakarta he..he.. (delay-nya tinggi, jumlah packet-nya juga terlalu banyak). Contoh slide nya ada di sini.

Written by rakhmawan

April 16, 2008 at 2:13 pm

Install OMNeT++ dan INET Framework

with 6 comments

Gampang-gampang susah install OMNeT++ di UNIX, banyak dependency yang harus ikut di install sehingga butuh UNIX yang programnya mudah didapat dan di-install. OMNeT++ ini butuh compiler C untuk eksekusi module dan NED (bahasa untuk membuat topology) dari aplikasi yang akan disimulasikan.  Selain itu juga dibutuhkan aplikasi untuk mem-plot grafik yang dihasilkan dan software untuk mencetak dan supporting gambar-gambarnya (device, dll).

Kemarin coba-coba install di Ubuntu 7.10, dari kondisi standar Ubuntu yang fresh saja banyak dependency yang dibutuhkan belum ter-install.  Untung kalo install di Ubuntu sudah cukup banyak dokumentasinya dari beberapa sumber, walaupun masih kurang disana-sini tapi lumayan membantu. 

Setelah coba sana-sini akhirnya ter-install juga, sample-nya dapat jalan dengan sempurna seperti bila di-install di lingkungan Windows (XP atau Vista). Nah kalau di-install di Windows bisa dan mudah, kenapa harus susah-susah install di UNIX? Karena di Windows saya coba install INET Framework tidak jalan (INET Framework: salah satu modul di OMNeT++) ketika compiler nya saya coba Visual C++, padahal INET ini bagian penting untuk simulasi Tugas Akhir saya. INET saya gunakan untuk simulasi jaringan berbasis paket dan TCP/IP.

Sebenarnya ada cara lain agar INET Framework itu bisa jalan di Windows, yaitu compiler-nya menggunakan Cygwin. Tapi tetap saja bila menggunakan Cygwin maka cara install modul-modul yang lain akan mirip bila beroperasi di lingkungan UNIX bahkan akan lebih susah cari dependency-nya. Di tambah lagi dokumentasi untuk install di Windows lebih jarang bila dibandingkan install di UNIX.

Yah karena masalah sudah selesai, sekarang nikmati dulu OMNeT++ via Ubuntu. Mungkin lain kali akan dicoba di Windows dan UNIX lainnya.

Written by rakhmawan

April 15, 2008 at 12:55 am

Mewujudkan Paperless Office

with 6 comments

Jargon paperless office memang sudah menggema beberapa tahun lalu. Sejak kemajuan di bidang teknologi informasi dan komputer, manusia mendapatkan alternatif lain dalam mengolah dan membaca buku_digitalberbagai dokumen. Paperless office merupakan suatu cita-cita untuk membiasakan diri mengolah dan membaca dokumen dalam bentuk digital, dengan kata lain mengurangi pemakaian kertas sebagai bahan pokok penulisan dokumen seperti sekarang ini.

Memang maksud dari paperless office ini bagus, apalagi sekarang ini sudah banyak orang yang punya komputer, laptop, UMPC, maupun PDA yang bisa membaca dokumen-dokumen digital dengan mudah. Bila pemakaian kertas dikurangi maka penebangan hutan pun bisa ikut berkurang karena kayu sebagai bahan dasar pembuatan kertas permintaannya dikurangi.

Semenjak kuliah dan banyak menggunakan komputer, saya lebih banyak membaca-baca buku dalam bentuk ebook apalagi bahan-bahan kuliah yang diberikan dosen semuanya dalam bentuk slide presentasi. Akhirnya laptop jadi perpustakaan berjalan, banyak koleksi ebook dan bahan-bahan kuliah . Kalau mau baca-baca tinggal buka laptop.

Namun tetap aja manusia itu makhluk analog, masih suka yang berbau analog walaupun dimana-mana dimanjakan dengan produk digital. Saya termasuk yang kurang begitu suka membaca di depan komputer untuk bahan-bahan yang serius (apalagi Antena 🙂 ). Kalau membaca topik serius (dalam format digital)  lebih baik di-print dulu sebelum dibaca, lebih fleksibel dan nyaman.

Tapi pada dasarnya paperless office memiliki banyak manfaat selain ramah lingkungan karena tidak menambah sampah juga cukup membantu mengurangi tumpukan kertas di meja kerja atau belajar.  Ditambah lagi dengan format digital itu penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan cepat.  Walaupun begitu bukan berarti tidak mempunyai dampak negatif, bila semua dosen menyuruh mahasiswanya mengumpulkan tugas kuliah dalam format digital, maka praktek copy paste akan semakin merajalela 😀 . Mungkin harus ada suatu kesepakatan bersama dulu dalam hal ini.

Just my opinion, bagaimana menurut anda?

 

Written by rakhmawan

April 11, 2008 at 12:50 am

Safari Web Browser

with 8 comments

Beberapa hari ini saya lebih sering memakai Safari buat searching di internet. Browser Safari yang saya pakai adalah versi 3.1 keluaran terbaru dari Apple, inc . Sampai saat ini cukup puas menggunakan browser ini karena performa dan tampilannya memang mantap!. Dari segi performa memang patut diakui safari sangat cepat dalam menampilkan halaman html yang kita cari, apple sendiri mengklaim bahwa browsernya lebih cepat 2 kali lipat dari versi standar Internet Explorer dari Microsoft, inc dan 1.6 kali lebih cepat dibandingkan Mozilla Firefox 2.

browser_safari 

Secara intuitif, safari memang terasa lebih cepat dibandingkan browser lain yang pernah saya pakai sebelumnya (belum tau cara membandingkan performanya secara teknis sih 🙂 ). Dari segi tampilan safari bisa menampilkan halaman html dengan sangat baik, pemilihan font-nya bagus dan enak dilihat, struktur halamannya tersusun rapi tidak cacat sana sini. Desain browser-nya simple dan elegan khas apple, dan satu lagi yang saya suka dari browser ini adalah tampilan searching halamannya. Kata hasil pencarian diblok dengan warna kuning, dan ketika next kata berikutnya ada efek woobling – nya. Cool..

find_safari 

 

Untuk coba-coba dan pemakaian sehari-hari, safari recommended bagi para peselancar web. Saya biasa menjalankan safari dari Windows Vista dan sampai saat ini belum pernah crash, untuk download dan info lebih jelasnya ada di apple.com.

I love it 😉

Written by rakhmawan

March 29, 2008 at 8:26 am