Simplified

mulai dari yang paling sederhana

Archive for the ‘Serba-Serbi’ Category

Membela Kebenaran

with 12 comments

Jika engkau dengan pertimbangan hati nuranimu merasa bahwa engkau melakukan sesuatu yang salah, engkau harus mengalah terhadap seorang yang lemah sekalipun. Sebaliknya, jika engkau yakin benar bahwa engkau tidak bersalah, tidak perlu takut mempertahankan kebenaranmu menghadapi orang yang lebih kuat pun.

-Bu Kek Siansu- (Kho Ping Hoo)

Advertisements

Written by rakhmawan

December 3, 2009 at 12:26 am

Posted in Curhat, Serba-Serbi

Jendela di Depan Kamar Kosku

with 17 comments

What do you think? ūüėÄ

Written by rakhmawan

May 23, 2009 at 8:19 am

Posted in Curhat, Serba-Serbi

Tagged with

Mobile Logic Game

with 9 comments

Game ponsel apa yang sering anda mainkan? “Chess”, “Snake”, atau “Solitare”? Ada dua game ponsel favourite saya, keduanya berjenis logic game. Yang pertama adalah Sudoku, game ini salah satu logic game yang asyik karena selain mudah dimainkan juga cukup menantang.

5ud0kuPapan Sudoku terdiri dari 3 x 3 blok yang dibagi lagi menjadi 3 x 3 grid tiap bloknya, sehingga total ada 9 x 9 grid. Untuk memainkan game dari Jepang ini, kita diminta untuk memasukkan angka 1 sampai 9 pada tiap blok. Hal itu dilakukan untuk kesemua blok yang ada, hingga setiap blok terisi angka 1-9 dan tidak ada angka yang sama di setiap kolom dan baris pada papan Sudoku tersebut. Tingkat kesulitannya dibagai dalam 3 kategori, yaitu: easy, intermediate, dan hard. Tapi ada juga beberapa game Sudoku yang membagi lagi kategori hard menjadi hard dan very hard atau diabolic.

Tentu untuk tiap tingkat kesulitan, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya juga bervariasi. Untuk yang easy biasanya butuh 5 menit, intermediate butuh 10 menit, dan yang hard bisa sampai 20 menit.  Di Inggris, Amerika, dan Jepang, Sudoku sudah sangat populer dan sering dibahas, bahkan juga dikaji secara rutin di BBC.

Logic game berikutnya adalah Hitori (beda dengan Ninja Hatori ūüėÄ ). Sama-sama berasal dari Jepang, tapijust1¬†memainkannya berbeda walaupun masih juga terdiri dari angka-angka. Cara memainkannya adalah dengan menghitamkan angka-angka yang ada sehingga dipenuhi 3 aturan berikut ini: 1. Dua blok angka yang dihitamkan tidak boleh terhubung secara langsung baik vertikal maupun horisontal (diagonal diperbolehkan). 2. Di dalam setiap baris dan kolom tidak boleh ada angka tidak diblok yang sama. 3. Setiap angka yang tidak diblok harus saling terkoneksi tegak lurus dengan yang lain.

Untuk ponsel, kedua game tersebut tersedia secara gratis. Hanya butuh java untuk dapat memainkannya di HP. Program tersebut bisa didownload dalam bentuk *.jar di www.getjar.com, dengan nama 5ud0ku untuk Sudoku dan just1 untuk Hitori. Selamat mencoba.

Written by rakhmawan

April 26, 2008 at 3:38 pm

Tidak Mudah Vs Sulit

with 11 comments

Ketika berusaha menyelesaikan suatu masalah pelik, lebih baik mengatakan “tidak mudah” atau “sulit”?¬† Dua frase kata yang bersinonim atau memiliki arti yang sama, tetapi memiliki makna penggunaan yang berbeda.

Perbedaan ini saya dapatkan sewaktu mengikuti kuliah dosen saya kemarin. Pemakaian kata “sulit” pada penyelesaian masalah cenderung ‘pesimis’, sedangkan kata “tidak mudah” lebih mencerminkan ‘optimisme’ .

Bila dirasa-rasa memang ada benarnya, ketika menghadapi masalah dan mengatakan “penyelesaiannya memang sulit!”, seketika itu urat syaraf di tubuh kita seperti kehilangan tenaga dan semangat, pintu pikiran kita seakan-akan tertutup menuju pintu penyelesaian.

Lain halnya bila kalimat yang diucapkan “penyelesaiannya memang tidak mudah!”. Kata ‘mudah’ seperti memberi angin sejuk bahwa walaupun berbelit-belit dan butuh perjuangan tapi masih bisa diselesaikan. Kemudian pikiran kita akan bekerja mencari celah-celah penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.

Mungkin juga karena kita sudah akrab dengan Bahasa Indonesia dan sudah menjadi bahasa ibu, sehingga nilai rasa itu meresap ketika diucapkan. Tapi saya rasa orang bule juga akan memiliki rasa yang berbeda ketika mengucapkan “it‚Äôs not easy” dengan “it’s difficult“. Bagaimana menurut anda?

Written by rakhmawan

April 24, 2008 at 3:17 pm

Posted in Curhat, Pendidikan, Serba-Serbi

Tagged with

Nama Berharga Mahal!!!

with 17 comments

Ketika iseng cari domain *.com untuk nama saya, tidak sengaja nyasar ke sebuah retailer nama domain. Disana nama “hendra” termasuk nama cantik untuk domain. Disebutkan domain “hendra.com” dijual dengan harga $8,000 atau sekitar Rp. 80 juta bila diambil kurs Rp.10000 per USD. Harga yang lebih baik untuk beli mobil bagi saya.

domaiku

Perkiraan saya, mungkin ada orang kaya yang bernama “Hendra” atau ada suatu perusahaan juga dengan nama “Hendra”, sehingga retailer tersebut berani membandrol dengan harga tinggi. Dari keterangan-keterangan yang saya baca, sepertinya www.buydomains.com melayani pembelian nama domain-domain cantik, mungkin ada juga nama lain yang harganya jauh lebih tinggi. Kebayang bila Microsoft, Apple, atau Google bangkrut dan melelang nama domainnya, pasti harganya bisa selangit.

Bagi teman-teman yang memiliki nama sama dengan saya (Hendra, red) dan kebetulan memiliki banyak duit silahkan bersaing memperebutkan nama domain di atas. Saya sudah tidak nafsu lagi, karena sudah memiliki domain sendiri “rakhmawan.org“. Saya lebih senang dengan nama domain ini karena alamat email saya bisa menjadi “hendra@rakhmawan.org” nama lengkap saya. Dan .org dibelakangnya bukan berarti “organization“, tapi “orang” ūüėÄ .

Written by rakhmawan

April 20, 2008 at 9:45 pm

Posted in Serba-Serbi

Tagged with

Google Boso Jowo

with 23 comments

Iseng-iseng ketika searching di google.co.id, ganti pilihan bahasa. Sebelah kanan bawah klik “Boso Jowo“, reaksi ketika membaca tulisan-tulisannya pertama kali adalah tersenyum geli hihihihi‚Ķ Siapa sih yang buat? Kok kosakata yang dipakai bikin ketawa ūüėÄ .

google_boso_jowo

Bagi yang fasih berbahasa jawa pasti akan merasa geli membaca tulisan yang digunakan itu, apalagi yang sehari-harinya bahasa jawa yang digunakan “krama inggil” (baca: kromo inggil).¬† Frase yang paling membuat saya geli adalah “Kulo Kroso Bejo” kalau di google.co.id yang berbahasa Indonesia merupakan terjemahan dari “Saya Sedang Beruntung“. Are you kidding?

Mungkin yang mendesain memang ingin membuat orang yang menggunakan mesam-mesem (maklum selera humor orang jawa tinggi). Padahal ada frase lain yang agak sedikit formal, contohnya “Kulo Nembe Untung“, “Kulo Lagi Bejo“, atau “Aku Jek Bejo“. Tapi kayaknya juga nggak lebih baik dari yang “Kulo Kroso Bejo” he..he..Ada juga frase “Google Nggoleki“, kenapa nggak memakai bahasa krama inggil saja semisal “Google Ngucali” kan lebih enak rasanya. Anyway, cukup terhibur dan senang karena ada terjemahan bahasa daerah untuk mesin pencari paling pintar sejagat ini. Mungkin nanti ada juga untuk bahasa Sunda atau bahasa daerah lainnya. I hope so

Jadi pengen lihat Kamus Besar Bahasa Jawa, ada nggak ya?

Written by rakhmawan

April 13, 2008 at 10:39 am

Posted in Serba-Serbi

Tagged with , ,

Mewujudkan Paperless Office

with 6 comments

Jargon paperless office memang sudah menggema beberapa tahun lalu. Sejak kemajuan di bidang teknologi informasi dan komputer, manusia mendapatkan alternatif lain dalam mengolah dan membaca buku_digitalberbagai dokumen. Paperless office merupakan suatu cita-cita untuk membiasakan diri mengolah dan membaca dokumen dalam bentuk digital, dengan kata lain mengurangi pemakaian kertas sebagai bahan pokok penulisan dokumen seperti sekarang ini.

Memang maksud dari paperless office ini bagus, apalagi sekarang ini sudah banyak orang yang punya komputer, laptop, UMPC, maupun PDA yang bisa membaca dokumen-dokumen digital dengan mudah. Bila pemakaian kertas dikurangi maka penebangan hutan pun bisa ikut berkurang karena kayu sebagai bahan dasar pembuatan kertas permintaannya dikurangi.

Semenjak kuliah dan banyak menggunakan komputer, saya lebih banyak membaca-baca buku dalam bentuk ebook apalagi bahan-bahan kuliah yang diberikan dosen semuanya dalam bentuk slide presentasi. Akhirnya laptop jadi perpustakaan berjalan, banyak koleksi ebook dan bahan-bahan kuliah . Kalau mau baca-baca tinggal buka laptop.

Namun tetap aja manusia itu makhluk analog, masih suka yang berbau analog walaupun dimana-mana dimanjakan dengan produk digital. Saya termasuk yang kurang begitu suka membaca di depan komputer untuk bahan-bahan yang serius (apalagi Antena ūüôā ). Kalau membaca topik serius (dalam format digital)¬† lebih baik di-print dulu sebelum dibaca, lebih fleksibel dan nyaman.

Tapi pada dasarnya paperless office memiliki banyak manfaat selain ramah lingkungan karena tidak menambah sampah juga cukup membantu mengurangi tumpukan kertas di meja kerja atau belajar.¬† Ditambah lagi dengan format digital itu penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan cepat.¬† Walaupun begitu bukan berarti tidak mempunyai dampak negatif, bila semua dosen menyuruh mahasiswanya mengumpulkan tugas kuliah dalam format digital, maka praktek copy paste akan semakin merajalela ūüėÄ . Mungkin harus ada suatu kesepakatan bersama dulu dalam hal ini.

Just my opinion, bagaimana menurut anda?

 

Written by rakhmawan

April 11, 2008 at 12:50 am