Simplified

mulai dari yang paling sederhana

Archive for the ‘Pendidikan’ Category

Semboyan Ki Hajar Dewantara

with 34 comments

Semenjak masih duduk di bangku SD sampai sekarang, saya masih ingat sekali semboyan dari Ki Hajar Dewantara berikut ini:

  • Ing Ngarso Sungtulodo
  • Ing Madya Mangunkarso
  • Tut Wuri Handayani

Semboyan itu menggambarkan peran seorang guru atau pendidik dalam dunia pendidikan. Kumpulan peran yang cukup lengkap, yaitu: menjadi teladan, memberikan semangat, dan memberikan dorongan. Luar biasa sebenarnya seorang guru itu, bila dimaknai dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan berpengaruh sangat bagus kepada anak didiknya.

Dari ketiga semboyan tersebut yang paling banyak kita kenal sekarang adalah Tut Wuri Handayani, biasanya tertulis di topi siswa SD sampai dengan SLTA. Tapi sampai sekarang saya tidak tau (entah lupa atau tidak pernah tahu) kenapa yang lebih populer semboyan Tut Wuri Handayani (dari belakang mendorong) bukan Ing Ngarso Sungtulodo (dari depan memberikan teladan) ataupun Ing Madya Mangunkarso (dari tengah memberikan semangat) atau kenapa tidak ketiga-tiganya dipopulerkan? Ada yang tahu?

Anyway ikut mengucapkan: “Selamat Hari Pendidikan Nasional”, sudah saatnya pendidikan dan pendidik dihargai dan mengambil peran yang semestinya. Bukan karena apa-apa, tapi karena pendidikan adalah investasi utama suatu negara atau seseorang untuk maju.

Written by rakhmawan

May 2, 2008 at 2:26 pm

Posted in Pendidikan

Tagged with

Mobile Logic Game

with 9 comments

Game ponsel apa yang sering anda mainkan? “Chess”, “Snake”, atau “Solitare”? Ada dua game ponsel favourite saya, keduanya berjenis logic game. Yang pertama adalah Sudoku, game ini salah satu logic game yang asyik karena selain mudah dimainkan juga cukup menantang.

5ud0kuPapan Sudoku terdiri dari 3 x 3 blok yang dibagi lagi menjadi 3 x 3 grid tiap bloknya, sehingga total ada 9 x 9 grid. Untuk memainkan game dari Jepang ini, kita diminta untuk memasukkan angka 1 sampai 9 pada tiap blok. Hal itu dilakukan untuk kesemua blok yang ada, hingga setiap blok terisi angka 1-9 dan tidak ada angka yang sama di setiap kolom dan baris pada papan Sudoku tersebut. Tingkat kesulitannya dibagai dalam 3 kategori, yaitu: easy, intermediate, dan hard. Tapi ada juga beberapa game Sudoku yang membagi lagi kategori hard menjadi hard dan very hard atau diabolic.

Tentu untuk tiap tingkat kesulitan, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya juga bervariasi. Untuk yang easy biasanya butuh 5 menit, intermediate butuh 10 menit, dan yang hard bisa sampai 20 menit.  Di Inggris, Amerika, dan Jepang, Sudoku sudah sangat populer dan sering dibahas, bahkan juga dikaji secara rutin di BBC.

Logic game berikutnya adalah Hitori (beda dengan Ninja Hatori ūüėÄ ). Sama-sama berasal dari Jepang, tapijust1¬†memainkannya berbeda walaupun masih juga terdiri dari angka-angka. Cara memainkannya adalah dengan menghitamkan angka-angka yang ada sehingga dipenuhi 3 aturan berikut ini: 1. Dua blok angka yang dihitamkan tidak boleh terhubung secara langsung baik vertikal maupun horisontal (diagonal diperbolehkan). 2. Di dalam setiap baris dan kolom tidak boleh ada angka tidak diblok yang sama. 3. Setiap angka yang tidak diblok harus saling terkoneksi tegak lurus dengan yang lain.

Untuk ponsel, kedua game tersebut tersedia secara gratis. Hanya butuh java untuk dapat memainkannya di HP. Program tersebut bisa didownload dalam bentuk *.jar di www.getjar.com, dengan nama 5ud0ku untuk Sudoku dan just1 untuk Hitori. Selamat mencoba.

Written by rakhmawan

April 26, 2008 at 3:38 pm

Tidak Mudah Vs Sulit

with 11 comments

Ketika berusaha menyelesaikan suatu masalah pelik, lebih baik mengatakan “tidak mudah” atau “sulit”?¬† Dua frase kata yang bersinonim atau memiliki arti yang sama, tetapi memiliki makna penggunaan yang berbeda.

Perbedaan ini saya dapatkan sewaktu mengikuti kuliah dosen saya kemarin. Pemakaian kata “sulit” pada penyelesaian masalah cenderung ‘pesimis’, sedangkan kata “tidak mudah” lebih mencerminkan ‘optimisme’ .

Bila dirasa-rasa memang ada benarnya, ketika menghadapi masalah dan mengatakan “penyelesaiannya memang sulit!”, seketika itu urat syaraf di tubuh kita seperti kehilangan tenaga dan semangat, pintu pikiran kita seakan-akan tertutup menuju pintu penyelesaian.

Lain halnya bila kalimat yang diucapkan “penyelesaiannya memang tidak mudah!”. Kata ‘mudah’ seperti memberi angin sejuk bahwa walaupun berbelit-belit dan butuh perjuangan tapi masih bisa diselesaikan. Kemudian pikiran kita akan bekerja mencari celah-celah penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.

Mungkin juga karena kita sudah akrab dengan Bahasa Indonesia dan sudah menjadi bahasa ibu, sehingga nilai rasa itu meresap ketika diucapkan. Tapi saya rasa orang bule juga akan memiliki rasa yang berbeda ketika mengucapkan “it‚Äôs not easy” dengan “it’s difficult“. Bagaimana menurut anda?

Written by rakhmawan

April 24, 2008 at 3:17 pm

Posted in Curhat, Pendidikan, Serba-Serbi

Tagged with

OMNeT++ Untuk Simulasi Urban Bus Traffic

with 10 comments

Kemarin waktu searching di Google tentang tutorial OMNeT++ dapat satu slide presentasi yang cukup menarik. Slide presentasi ini berasal dari Centre of Mathematical Modelling (CMM), University of Chille. Pada slide tersebut dilakukan simulasi public transportation di Chile dengan menggunakan software OMNeT++. Suatu implementasi sangat menarik, mengingat software OMNeT++ sebenarnya adalah Discrete Network Simulator gratis yang mirip network simulator lainnya seperti NS-2 ataupun OPNET.

Mungkin karena sifatnya yang discrete itu lah bisa digunakan untuk simulasi trafik yang lain asal traffic-nya discrete. Objek yang diteliti pada penelitian tersebut adalah public transportation network di kota Santiago de Chile. Bus dan penumpangnya dianalogikan sebagai paket, jalan raya sebagai links, dan bus stop, terminal serta perempatan jalan dimodelkan sebagai node behaviour .

Skala network yang dimodelkan pun tidak tanggung-tanggung, terdiri dari 5000 tempat tujuan (client host), 11000 jalan raya, 5000 bus, dan 4 juta penumpang.

Implementasi yang cukup menarik dari suatu Discrete Network Simulator. Sepertinya kota-kota besar seperti Jakarta juga perlu dimodelkan seperti tadi, tapi cukup kebayang rumitnya kalo memodelkan Jakarta he..he.. (delay-nya tinggi, jumlah packet-nya juga terlalu banyak). Contoh slide nya ada di sini.

Written by rakhmawan

April 16, 2008 at 2:13 pm

Install OMNeT++ dan INET Framework

with 6 comments

Gampang-gampang susah install OMNeT++ di UNIX, banyak dependency yang harus ikut di install sehingga butuh UNIX yang programnya mudah didapat dan di-install. OMNeT++ ini butuh compiler C untuk eksekusi module dan NED (bahasa untuk membuat topology) dari aplikasi yang akan disimulasikan.  Selain itu juga dibutuhkan aplikasi untuk mem-plot grafik yang dihasilkan dan software untuk mencetak dan supporting gambar-gambarnya (device, dll).

Kemarin coba-coba install di Ubuntu 7.10, dari kondisi standar Ubuntu yang fresh saja banyak dependency yang dibutuhkan belum ter-install.  Untung kalo install di Ubuntu sudah cukup banyak dokumentasinya dari beberapa sumber, walaupun masih kurang disana-sini tapi lumayan membantu. 

Setelah coba sana-sini akhirnya ter-install juga, sample-nya dapat jalan dengan sempurna seperti bila di-install di lingkungan Windows (XP atau Vista). Nah kalau di-install di Windows bisa dan mudah, kenapa harus susah-susah install di UNIX? Karena di Windows saya coba install INET Framework tidak jalan (INET Framework: salah satu modul di OMNeT++) ketika compiler nya saya coba Visual C++, padahal INET ini bagian penting untuk simulasi Tugas Akhir saya. INET saya gunakan untuk simulasi jaringan berbasis paket dan TCP/IP.

Sebenarnya ada cara lain agar INET Framework itu bisa jalan di Windows, yaitu compiler-nya menggunakan Cygwin. Tapi tetap saja bila menggunakan Cygwin maka cara install modul-modul yang lain akan mirip bila beroperasi di lingkungan UNIX bahkan akan lebih susah cari dependency-nya. Di tambah lagi dokumentasi untuk install di Windows lebih jarang bila dibandingkan install di UNIX.

Yah karena masalah sudah selesai, sekarang nikmati dulu OMNeT++ via Ubuntu. Mungkin lain kali akan dicoba di Windows dan UNIX lainnya.

Written by rakhmawan

April 15, 2008 at 12:55 am

Kesempatan Ikut Mencerdaskan Bangsa

with 2 comments

Pendidikan merupakan investasi yang sangat berharga, bila suatu bangsa ingin maju maka pendidikan lah yang harus menjadi investasi utamanya. Saya yakin banyak teman-teman yang ingin ikut menyumbang buah pikirannya, ilmunya maupun pengalamannya kepada masyarakat luas. 

Sebentar lagi (sekitar bulan April atau Mei) pemerintah akan membuka jalur akses internet (katanya gratis!! ) kepada SMA/MA di seluruh Indonesia. Hal ini berarti semakin banyak user yang nantinya terkoneksi ke internet dan sebagian besar adalah para pelajar. Bukankah ini kesempatan buat kita-kita yang sudah menempuh pendidikan tinggi untuk sekedar membagi ilmu dan pengalamannya kepada adik-adik kita ini. Dengan internet jarak dan waktu sudah bukan masalah yang berarti, proses transfer pengalaman maupun ilmu pun bisa dilakukan dalam banyak cara, web atau  blog bisa menjadi media yang sangat efektif untuk proses ini.

Dengan menulis hal-hal atau apapun lah yang bermanfaat dan positif kita bisa ikut sedikit mencerdaskan bangsa. Siapa tahu adik-adik kita yang imut2 itu bisa mengambil manfaat dari tulisan-tulisan yang kita buat. Mari cemari mereka dengan hal-hal yang positif.

Oh ya sekedar info, lonjakan pengguna internet ini sangat signifikan mulai dari 20 juta sampe diperkirakan nantinya 50 juta user jauh melampaui Malaysia. Info lengkapnya dapat diperoleh di link ini.

Written by rakhmawan

March 28, 2008 at 8:05 pm

Posted in Pendidikan

Tagged with ,

Pendekatan Sistemik

with 9 comments

 

sistem 

 

Terkadang kita bingung ketika akan memulai sesuatu dan membayangkan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang sudah dimulai. Tidak jarang pula kita kebingungan di tengah jalan akibat kesalahan prediksi proses yang sedang dibangun di tengah jalan. Ketika kita sedang menulis sering pula kehilangan ‘flow¬†‘cerita yang sedang kita buat hingga akhirnya selesai dengan tulisan yang kurang terarah pada hasil akhir yang sebelumnya dibayangkan.

Saya pernah membaca buku tentang System Thinking (lupa judul bukunya), pada buku tersebut dijelaskan bahwa penyelesaian suatu masalah dapat kita modelkan dalam suatu pemikiran sistemik. Seperti pada diagram blok di atas, kita dapat memodelkannya kedalam input, system, dan output.Input di sini adalah masalah sedangkan output -nya adalah penyelesaian masalah. Di dalam system kita memproses informasi dari input untuk kemudian disesuaikan agar diperoleh  output yang diinginkan. Artinya sebelum memulai penyelesaian masalah harus didefinisikan terlebih dahulu input dan output-nya. Dengan demikian kita mempunyai gambaran jelas tentang permasalahannya dan bisa membayangkan hasil akhirnya. Barulah kemudian mendesain sebuah sistem untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan. 

 system 2 

 

 

Di dalam blok sistem sendiri, kita bisa membaginya kembali ke dalam beberapa blok yang saling terhubung satu sama lain membentuk sebuah proses yang saling terikat (seperti gambar di atas). Masing-masing blok itu pun terdiri dari¬†input,¬†output, dan blok¬†system. Dengan kata lain ada sistem di dalam sistem, yang apabila blok di dalam sistem tersebut masih memiliki proses yang kompleks, dapat dipecah lagi menjadi beberapa blok sampai diperoleh urutan proses¬†input¬†–>¬†system¬†–>¬†output¬†yang lebih sederhana. Proses pemecahan ini terjadi secara rekursif dan tergantung kepada kompleksitas sistem yang dibuat.

Pemodelan sistem ini dalam dunia rekayasa bisa disetarakan dengan standar formal dari abstraction language dimana dewasa ini telah dikenal adanya UML (Unified Modelling Language) atau SDL (Specification Description Language). Abstraction Language tersebut adalah layer teratas ketika kita mengembangkan suatu sistem sebelum implementasi dengan bahasa pemrograman di layer yang lebih rendah. Selain itu pemahaman dan pendekatan sistem juga jauh lebih mudah dengan model definisi formal seperti itu.

Sejatinya konsep berpikir ini bisa digunakan secara luas diberbagai bidang ilmu, karena sistem berpikir secara sistemik seperti ini mampu mendifinisikan masalah dengan baik serta membantu untuk tetap fokus pada tujuan akhir yang ingin dicapai. Contohnya adalah ketika kita ingin membuat suatu tulisan, apabila kita menerapkan metode berpikir seperti ini langkah pertama yang kita lakukan adalah menetapkan langkah awal tulisan dan juga menetapkan hasil akhir dari tulisan yang kita buat. Apabila input dan output nya sudah jelas, maka dalam menulis kita bisa tetap menjaga flow tulisan sampai akhir. Selain mempermudah hal ini juga akan meningkatkan kualitas dari sistem apapun yang kita buat.

Dosen saya pernah menjelaskan bahwa proses berpikir demikian di Amerika sudah diajarkan sejak masih duduk di bangku SD ūüôā

Semoga bermanfaat,

 

Written by rakhmawan

March 27, 2008 at 4:11 pm

Posted in Kuliah, Pendidikan

Tagged with ,