Simplified

mulai dari yang paling sederhana

Archive for the ‘Curhat’ Category

Membela Kebenaran

with 12 comments

Jika engkau dengan pertimbangan hati nuranimu merasa bahwa engkau melakukan sesuatu yang salah, engkau harus mengalah terhadap seorang yang lemah sekalipun. Sebaliknya, jika engkau yakin benar bahwa engkau tidak bersalah, tidak perlu takut mempertahankan kebenaranmu menghadapi orang yang lebih kuat pun.

-Bu Kek Siansu- (Kho Ping Hoo)

Written by rakhmawan

December 3, 2009 at 12:26 am

Posted in Curhat, Serba-Serbi

Jendela di Depan Kamar Kosku

with 17 comments

What do you think? ūüėÄ

Written by rakhmawan

May 23, 2009 at 8:19 am

Posted in Curhat, Serba-Serbi

Tagged with

I’m Back

with 5 comments

Alhamdulillah.. setelah sekitar lebih dari 3 bulan idle mengisi blog ini, sekarang insya Allah sudah bisa mulai menulis lagi blog ini.. ūüėĬ†. Semoga bisa menulis dan mencurahkan segala pikiran di kepala ini lagi dengan penuh semangat, serta berharap tulisan-tulisanku nanti bermanfaat dan jauh dari hal-hal yang mudharat (negatif-red).

Sekalian juga bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1429 H, saya ucapkan ‚ÄúMohon Maaf Lahir dan Batin, Semoga Amal Ibadah Kita di Bulan Ramadhan diterima Allah SWT‚ÄĚ. Amin‚Ķ

Written by rakhmawan

September 26, 2008 at 3:04 pm

Posted in Curhat

Tagged with

Tidak Mudah Vs Sulit

with 11 comments

Ketika berusaha menyelesaikan suatu masalah pelik, lebih baik mengatakan “tidak mudah” atau “sulit”?¬† Dua frase kata yang bersinonim atau memiliki arti yang sama, tetapi memiliki makna penggunaan yang berbeda.

Perbedaan ini saya dapatkan sewaktu mengikuti kuliah dosen saya kemarin. Pemakaian kata “sulit” pada penyelesaian masalah cenderung ‘pesimis’, sedangkan kata “tidak mudah” lebih mencerminkan ‘optimisme’ .

Bila dirasa-rasa memang ada benarnya, ketika menghadapi masalah dan mengatakan “penyelesaiannya memang sulit!”, seketika itu urat syaraf di tubuh kita seperti kehilangan tenaga dan semangat, pintu pikiran kita seakan-akan tertutup menuju pintu penyelesaian.

Lain halnya bila kalimat yang diucapkan “penyelesaiannya memang tidak mudah!”. Kata ‘mudah’ seperti memberi angin sejuk bahwa walaupun berbelit-belit dan butuh perjuangan tapi masih bisa diselesaikan. Kemudian pikiran kita akan bekerja mencari celah-celah penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.

Mungkin juga karena kita sudah akrab dengan Bahasa Indonesia dan sudah menjadi bahasa ibu, sehingga nilai rasa itu meresap ketika diucapkan. Tapi saya rasa orang bule juga akan memiliki rasa yang berbeda ketika mengucapkan “it‚Äôs not easy” dengan “it’s difficult“. Bagaimana menurut anda?

Written by rakhmawan

April 24, 2008 at 3:17 pm

Posted in Curhat, Pendidikan, Serba-Serbi

Tagged with

Ragu Nulis Tentang Politik

with 6 comments

Semenjak nulis blog sampai sekarang belum pernah sekalipun saya menulis tentang hal-hal yang berbau politik walaupun kadarnya cuma sedikit (sebenarnya pengen juga sekali-kali). Bukan karena nggak suka politik, tapi karena bagi saya pribadi berpikir tentang politik itu berat. Politik itu surganya pro dan kontra, dan biasanya pendekatannya itu pendekatan konflik.  Nah ini dia yang saya kurang suka, pendekatan konflik! (jadi inget kuliah kapita selekta kemarin sama pak Ismail dari Postel.. he..he.. ).

Mungkin karena lumayan jengah juga dengan permainan-permainan politik di negeri ini. Yang salah bisa jadi benar dan yang benar bisa jadi salah, fiuhhhh.. Sekali lagi bukan karena antipati terhadap hal-hal yang berbau politik, tapi cuma menyampaikan uneg-uneg kurang puas aja terhadap kondisi politik di negara ini. Saya mah rakyat kecil yang hanya bisa berharap agar bapak-bapak yang di atas sana itu sedikit lebih baik lagi mengabdi kepada negara.

Tapi walau bagaimanapun kurang beresnya politik, saya juga tidak setuju kalau ada orang yang bilang “Politik itu kotor jangan lah coba-coba masuk ke sana!“. Lah kalau semua orang beranggapan kayak gini, ntar yang masuk ke bidang politik nggak ada orang baiknya, bisa lebih bahaya tuh.. cilaka beranak pinak nantinya. Politik itu sangat penting dan fundamental bagi kehidupan bernegara, tapi ya itu semakin penting dan ‘basah’ bidangnya semakin banyak orang yang memperebutkannya.

Kalau ditanya, “Mau nggak masuk ke politik?”. Hmm.. Mungkin nanti deh kalo udah gede dan kalo jadi takdirnya he..he.. Btw jadinya kok malah nulis tentang politik nih hihihi.

Written by rakhmawan

April 12, 2008 at 4:19 pm

Posted in Curhat, Sosial & Budaya

Tagged with

The Journalist

with 2 comments

Mulai tanggal 28 Maret ’08, saya ubah tampilan blog ini (lebih tepatnya ganti theme) menjadi lebih fresh dibanding tampilan sebelumnya. Judul theme ini adalah “The Journalist“, bernuansa hitam putih dengan layout sederhana tapi berkesan modern. Karena tampilan yang sederhana inilah kuputuskan untuk menggunakannya, menyesuaikan dengan judul blogku “Simplified“.

The Journalist, punya suatu nilai rasa pemaknaan tersendiri bagiku. Berkaitan dengan tujuanku menulis blog yaitu mengasah kemampuan dalam menulis dan berbagi sedikit pengetahuan tentang beberapa hal yang kuketahui. Memang tidak pernah bercita-cita menjadi seorang journalist, tapi saya menaruh respect cukup tinggi terhadap orang yang berprofesi sebagai journalist dan berharap suatu saat tulisan-tulisanku memiliki kualitas setara dengan para journalist terkemuka dunia.

Ada sebuah doa dan harapan disini, bisa menghasilkan tulisan setara dengan tulisan para journalist atau menjadi seorang journalist. Mungkin masih lama untuk mencapai tahap itu karena memang butuh pengalaman dan proses yang cukup panjang. Minimal sekarang bisa menjadi journalist bagi diri sendiri, membuat tulisan, publish, lalu mengedit bagian-bagian penting yang kurang pas dari tulisanku, serta mengkritik sendiri tulisan-tulisan itu sembari berharap kedepannya dapat menulis lebih baik lagi.

Terakhir kalinya saya ucapkan terima kasih kepada ‚ÄúLucian Marin‚ÄĚ yang telah membuat ‚ÄúThe Journalist‚ÄĚ.Thanks

 

Written by rakhmawan

April 2, 2008 at 9:37 pm

Posted in Curhat, Serba-Serbi

Tagged with ,

hikmah itu mahal

with 9 comments

Semua orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit di dalam hidupnya. Namun biasanya baru sadar ketika kita sudah sampai di puncak kebingungan. Saat itulah kita mulai flashback tentang apa saja yang telah kita lalui dan telah kita lakukan hingga kita berada dalam keadaan seperti itu (berada dalam kebingungan).

Maka beruntunglah orang-orang yang cepat mengambil hikmah dari masalah yang dihadapinya, semakin cepat dia menemukan hikmah itu maka semakin cepat pula dia untuk mulai memperbaiki diri dan kemudian keluar dari masalah yang dihadapinya. Namun tidak semudah itu untuk mendapat hikmah tersebut, Tuhan akan memberikan hikmah kepada siapapun yang Dia mau. Bila dia menginginkan seseorang memperoleh hikmah maka orang itu pasti akan memperoleh hikmah yang menyelamatkannya. Akan tetapi bila Dia tidak menginginkan seseorang memperoleh hikmah, sekeras apapun orang itu berusaha maka dia tidak akan memperoleh sedikitpun hikmah tersebut.

Bagi orang beriman, hikmah adalah suatu kenikmatan yang luar biasa. Dengan hikmah orang mulai bisa merubah dirinya, dengan hikmah pula seseorang mampu menjadi lebih baik lagi. Bisa dikatakan hikmah itu tak ternilai harganya, karena selain memang tidak bisa dinilai dengan uang hikmah juga hanya bisa dirasakan. Bayangkan seseorang yang mulai bangkrut perlahan, bila tidak cepat-cepat mengambil hikmahnya maka orang tersebut akan semakin bangkrut dan terpuruk. Ketika itulah dia akan bisa mengatakan hikmah itu mahal , karena bila dia cepat mengambil hikmah dan merubah dirinya saat itu juga dia akan terhindar dari kebangkrutan dan itulah letak kemahalannya. Begitu juga sebaliknya, bila cepat mengambil hikmah maka itulah keuntungan yang sangat besar.

Nah bagaimana supaya kita dapat dengan mudah memetik hikmah dari setiap kejadian yang menimpa diri kita? Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan mengenai masalah ini, tapi yang pertama dan yang paling utama adalah menjaga kebersihan hati kita selalu. Bila hati kita bersih, maka bagian diri kita yang lain juga akan bersih, pikiran bersih, tidak ada prasangka yang negatif, penuh dengan pikiran positif , dan selalu optimis. Dengan begitu kemungkinan besar hikmah yang positif akan mampir di hati sanubari kita. Penulis ingin berbagi tentang hal ini, karena penulis sudah pernah merasakan sendiri hal tersebut. Betapa hidup kalau tidak ada hikmah yang tidak bisa diambil, maka yang ada hanyalah kesempitan hidup.

Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua dan menjadi pemacu diri kita agar lebih baik lagi kedepannya.

Written by rakhmawan

January 18, 2008 at 2:18 pm

Posted in Curhat, Serba-Serbi

Tagged with