Simplified

mulai dari yang paling sederhana

Tidak Mudah Vs Sulit

with 11 comments

Ketika berusaha menyelesaikan suatu masalah pelik, lebih baik mengatakan “tidak mudah” atau “sulit”?  Dua frase kata yang bersinonim atau memiliki arti yang sama, tetapi memiliki makna penggunaan yang berbeda.

Perbedaan ini saya dapatkan sewaktu mengikuti kuliah dosen saya kemarin. Pemakaian kata “sulit” pada penyelesaian masalah cenderung ‘pesimis’, sedangkan kata “tidak mudah” lebih mencerminkan ‘optimisme’ .

Bila dirasa-rasa memang ada benarnya, ketika menghadapi masalah dan mengatakan “penyelesaiannya memang sulit!”, seketika itu urat syaraf di tubuh kita seperti kehilangan tenaga dan semangat, pintu pikiran kita seakan-akan tertutup menuju pintu penyelesaian.

Lain halnya bila kalimat yang diucapkan “penyelesaiannya memang tidak mudah!”. Kata ‘mudah’ seperti memberi angin sejuk bahwa walaupun berbelit-belit dan butuh perjuangan tapi masih bisa diselesaikan. Kemudian pikiran kita akan bekerja mencari celah-celah penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.

Mungkin juga karena kita sudah akrab dengan Bahasa Indonesia dan sudah menjadi bahasa ibu, sehingga nilai rasa itu meresap ketika diucapkan. Tapi saya rasa orang bule juga akan memiliki rasa yang berbeda ketika mengucapkan “it’s not easy” dengan “it’s difficult“. Bagaimana menurut anda?

Written by rakhmawan

April 24, 2008 at 3:17 pm

Posted in Curhat, Pendidikan, Serba-Serbi

Tagged with

11 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. jadi inget waktu SMA dulu ada temen yang gak mau nyebut kata “masalah”, melainkan dia memakai kata “tantangan”. dengan begitu, setiap dia ada “masalah”, dia menganggapnya sebagai “tantangan” yang harus ditaklukkan

    reditya

    April 24, 2008 at 7:05 pm

  2. “tidak mudah” masih mengandung sedikit rasa pesimis.
    bagaimana kalau diganti dengan kata “menantang”?😀

    rita

    April 24, 2008 at 8:21 pm

  3. pernah baca katanya secara refleks otak bawah sadar kita tidak memproses kata yang diikuti oleh kata negatif, contohnya kata “tidak”. Jadi kata “tidak mudah” secara refleks pertama kali akan diproses sebagai “mudah”. Atau contoh lain coba sekarang kamu jangan memikirkan makanan, pasti pertama kali yang muncul adalah makanan..😀

    fikriw

    April 24, 2008 at 11:15 pm

  4. senada seperti yang laen, kalo pernah baca ato nonton the secret, apa yang kita fokuskan, itu yang akan kita dapet.

    tinggal kita yang menyiasatinya bagaimana yang terbaik😀

    anton

    April 25, 2008 at 9:47 am

  5. Iya.. memang semua pendapat benar.. ada berbagai macam teori tentang hal ini. Mengubah kata ‘masalah’ menjadi kata ‘tantangan’ bisa menimbulkan semangat bagi seseorang terutama bila dia menyukai tantangan.

    Tapi jangan sampai afirmasi yang terus menerus itu menyebabkan kita hilang kendali / hilang kewaspadaan. Terlalu menyukai tantangan kadang kala membuat kita lupa untuk mensyukuri waktu lapang yang ada.. padahal itu juga sebuah nikmat😀 . Ya karena flow hidup itu berubah-ubah, tergantung bagaimana menyikapinya. Allahu’alam

    Mengenai penelitian tentang kata ‘tidak’, terus terang saya tidak mau meyakini secara total.. Terlalu riskan untuk dianggap mutlak benar, karena di dalam banyak kitab suci.. Tuhan melarang manusia berbuat sesuatu dengan kata ‘tidak’. Sehingga sangat tidak cocok hasil penelitian itu. Kalau pendapat saya, dan disebutkan didalam kitab suci saya (Al Qur’an), hidup manusia pasti selalu diinterfensi oleh godaan setan.. bila ada larangan (dan biasanya memakai kata tidak) pasti agak berat dilaksanakan oleh sebagian besar kita. Hemat saya, itu adalah godaan setan, bukan karena kata ‘tidak’ (minimal dalam konteks ini).

    Mengenai film the secret, sebenarnya 14 abad yang lalu sudah disebutkan. Innamal akmalu bin niat..😀

    Btw… senang dengan pendapat teman-teman semua.. masukan yang sangat berarti😀 .

    Just my 2 cent,

    Salam

    rakhmawan

    April 25, 2008 at 10:56 am

  6. sepertinya sama
    sama-sama tidak mudah , dan sama2 sulit

    realylife

    April 26, 2008 at 11:09 am

  7. dalam buku “zero to hero” disebutkan perbedaan antara ungkapan

    1. masalah itu “sulit tapi bisa dikerjakan”

    dengan

    2. masalah itu “bisa dikerjakan tetapi sulit”

    kalau km, pilih yang mana Ndra..hayoo…

    erireng2

    April 27, 2008 at 7:44 am

  8. @erireng2

    Kalau saya pilih.. “walaupun tidak mudah, masalah ini bisa diselesaikan.. ”😀

    rakhmawan

    April 27, 2008 at 1:22 pm

  9. Jadi inget waktu tes wawancara beberapa tahun silam.
    Apa pendapatmu mengenai gelas ini? Kata pewancara sambil menunjuk gelas yang baru diminum separuhnya (baca setengah-nya).

    singkat cerita
    Orang yang optimis: “Air dalam gelas tsb masih berisi separuh”
    Orang yang pesimis: ” Air dalam gelas tsb telah berkurang separuhnya”

    jmzach

    April 29, 2008 at 1:28 am

  10. @jmzach

    memang bisa juga untuk mengetahui kondisi psikologis seseorang…

    sepertinya waktu itu, bapak menjawab pilihan yang optimis😀

    rakhmawan

    May 1, 2008 at 5:06 pm

  11. memang benar juga sich.
    makanya kita semua harus tetap bersabar dan terus bersabar

    seli_usel

    August 12, 2011 at 1:36 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: