Simplified

mulai dari yang paling sederhana

Archive for April 2008

Mobile Logic Game

with 9 comments

Game ponsel apa yang sering anda mainkan? “Chess”, “Snake”, atau “Solitare”? Ada dua game ponsel favourite saya, keduanya berjenis logic game. Yang pertama adalah Sudoku, game ini salah satu logic game yang asyik karena selain mudah dimainkan juga cukup menantang.

5ud0kuPapan Sudoku terdiri dari 3 x 3 blok yang dibagi lagi menjadi 3 x 3 grid tiap bloknya, sehingga total ada 9 x 9 grid. Untuk memainkan game dari Jepang ini, kita diminta untuk memasukkan angka 1 sampai 9 pada tiap blok. Hal itu dilakukan untuk kesemua blok yang ada, hingga setiap blok terisi angka 1-9 dan tidak ada angka yang sama di setiap kolom dan baris pada papan Sudoku tersebut. Tingkat kesulitannya dibagai dalam 3 kategori, yaitu: easy, intermediate, dan hard. Tapi ada juga beberapa game Sudoku yang membagi lagi kategori hard menjadi hard dan very hard atau diabolic.

Tentu untuk tiap tingkat kesulitan, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya juga bervariasi. Untuk yang easy biasanya butuh 5 menit, intermediate butuh 10 menit, dan yang hard bisa sampai 20 menit.  Di Inggris, Amerika, dan Jepang, Sudoku sudah sangat populer dan sering dibahas, bahkan juga dikaji secara rutin di BBC.

Logic game berikutnya adalah Hitori (beda dengan Ninja Hatori ūüėÄ ). Sama-sama berasal dari Jepang, tapijust1¬†memainkannya berbeda walaupun masih juga terdiri dari angka-angka. Cara memainkannya adalah dengan menghitamkan angka-angka yang ada sehingga dipenuhi 3 aturan berikut ini: 1. Dua blok angka yang dihitamkan tidak boleh terhubung secara langsung baik vertikal maupun horisontal (diagonal diperbolehkan). 2. Di dalam setiap baris dan kolom tidak boleh ada angka tidak diblok yang sama. 3. Setiap angka yang tidak diblok harus saling terkoneksi tegak lurus dengan yang lain.

Untuk ponsel, kedua game tersebut tersedia secara gratis. Hanya butuh java untuk dapat memainkannya di HP. Program tersebut bisa didownload dalam bentuk *.jar di www.getjar.com, dengan nama 5ud0ku untuk Sudoku dan just1 untuk Hitori. Selamat mencoba.

Written by rakhmawan

April 26, 2008 at 3:38 pm

Tidak Mudah Vs Sulit

with 11 comments

Ketika berusaha menyelesaikan suatu masalah pelik, lebih baik mengatakan “tidak mudah” atau “sulit”?¬† Dua frase kata yang bersinonim atau memiliki arti yang sama, tetapi memiliki makna penggunaan yang berbeda.

Perbedaan ini saya dapatkan sewaktu mengikuti kuliah dosen saya kemarin. Pemakaian kata “sulit” pada penyelesaian masalah cenderung ‘pesimis’, sedangkan kata “tidak mudah” lebih mencerminkan ‘optimisme’ .

Bila dirasa-rasa memang ada benarnya, ketika menghadapi masalah dan mengatakan “penyelesaiannya memang sulit!”, seketika itu urat syaraf di tubuh kita seperti kehilangan tenaga dan semangat, pintu pikiran kita seakan-akan tertutup menuju pintu penyelesaian.

Lain halnya bila kalimat yang diucapkan “penyelesaiannya memang tidak mudah!”. Kata ‘mudah’ seperti memberi angin sejuk bahwa walaupun berbelit-belit dan butuh perjuangan tapi masih bisa diselesaikan. Kemudian pikiran kita akan bekerja mencari celah-celah penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.

Mungkin juga karena kita sudah akrab dengan Bahasa Indonesia dan sudah menjadi bahasa ibu, sehingga nilai rasa itu meresap ketika diucapkan. Tapi saya rasa orang bule juga akan memiliki rasa yang berbeda ketika mengucapkan “it‚Äôs not easy” dengan “it’s difficult“. Bagaimana menurut anda?

Written by rakhmawan

April 24, 2008 at 3:17 pm

Posted in Curhat, Pendidikan, Serba-Serbi

Tagged with

Nama Berharga Mahal!!!

with 17 comments

Ketika iseng cari domain *.com untuk nama saya, tidak sengaja nyasar ke sebuah retailer nama domain. Disana nama “hendra” termasuk nama cantik untuk domain. Disebutkan domain “hendra.com” dijual dengan harga $8,000 atau sekitar Rp. 80 juta bila diambil kurs Rp.10000 per USD. Harga yang lebih baik untuk beli mobil bagi saya.

domaiku

Perkiraan saya, mungkin ada orang kaya yang bernama “Hendra” atau ada suatu perusahaan juga dengan nama “Hendra”, sehingga retailer tersebut berani membandrol dengan harga tinggi. Dari keterangan-keterangan yang saya baca, sepertinya www.buydomains.com melayani pembelian nama domain-domain cantik, mungkin ada juga nama lain yang harganya jauh lebih tinggi. Kebayang bila Microsoft, Apple, atau Google bangkrut dan melelang nama domainnya, pasti harganya bisa selangit.

Bagi teman-teman yang memiliki nama sama dengan saya (Hendra, red) dan kebetulan memiliki banyak duit silahkan bersaing memperebutkan nama domain di atas. Saya sudah tidak nafsu lagi, karena sudah memiliki domain sendiri “rakhmawan.org“. Saya lebih senang dengan nama domain ini karena alamat email saya bisa menjadi “hendra@rakhmawan.org” nama lengkap saya. Dan .org dibelakangnya bukan berarti “organization“, tapi “orang” ūüėÄ .

Written by rakhmawan

April 20, 2008 at 9:45 pm

Posted in Serba-Serbi

Tagged with

Great Power Comes Great Responsibility

with 4 comments

Pernah melihat film Spiderman? Kalau pernah, pasti tahu judul di atas. “great power comes great responsibility“, meskipun cuma di film tapi menurut saya memiliki makna yang sangat dalam. Kekuasaan, kekuatan, kekayaan berbanding lurus dengan tanggung jawab yang harus diemban. Sebuah filosofi yang idealnya harus dimiliki oleh orang-orang yang diberkahi dan diberi nikmat kelebihan dibanding orang-orang disekitarnya.

Semakin banyak / hebat kelebihan yang dimilikinya berarti semakin besar pula tanggungjawab yang harus dipikul dikarenakan kelebihannya itu. Sebenarnya tidak perlu orang-orang hebat, terkenal, atau pejabat sekalipun untuk memaknai dan meresapi filosofi ini. Setiap orang yang hidup di dunia, pasti dibekali kelebihan-kelebihan tersendiri dibanding orang lain disekitarnya. Saya yakin setiap orang juga punya peran masing-masing yang nggak kalah penting walaupun mereka orang kecil.

Berkaca pada kondisi kepemimpinan di sebagian besar masyarakat kita, pola pikir yang lebih banyak berkembang adalah siapa yang paling kuat maka dialah yang “berkuasa”. Sayangnya hanya sedikit yang kemudian melanjutkan dengan pola pikir “great power comes great responsibility” untuk mengontrol kata “berkuasa” tersebut. Akibatnya kekuasaan hanya dijadikan alat untuk memperkaya diri atau untuk kepentingan bisnis pribadi. Kekuasaan menjadi wahana untuk berkuasa kembali dan mempertahankan kekuasaannya.¬†Idealnya, semakin tinggi kekuatan / kekuasaan harusnya semakin takut dia bila tidak dapat memanfaatkan kekuasaan tersebut untuk melindungi dan mengayomi orang-orang dibawah kepemimpinannya.

Ataukah perlu para pemimpin kita untuk mempelajari filosofi Spiderman tersebut, yang lahir karena menyesal ketika tidak dapat menolong orang yang disayanginya padahal ia punya kekuatan dan kesempatan untuk mencegahnya. Atau menunggu sampai masyarakat di sekitarnya serta cucu-cucunya nanti mendapat getah dari perbuatannya baru memahami bahwa kekuasaan dan kekuatannya itu dapat mencelakakan orang lain bila tidak digunakan dengan penuh tanggung jawab.

Written by rakhmawan

April 19, 2008 at 6:32 pm

Posted in Sosial & Budaya

Tagged with ,

Internet Access Per Host

with 4 comments

internet-access-per-hostDulu awal-awal Microsoft berkembang, Bill Gates punya suatu impian dimana setiap rumah di US mempunyai satu PC (Personal Computer) sendiri-sendiri, sekarang PC sudah menjamur di berbagai negara. Beberapa tahun belakangan ada ide yang dilontarkan oleh Nicholas Negroponte dimana dia mengembangkan notebook dengan harga terjangkau dengan harapan setiap orang bahkan seorang anak sekalipun memungkinkan untuk memilikinya. Proyek ini dinamakan OLPC (One Laptop Per Child), saat itu laptop mini tersebut direncanakan dijual dengan harga $100. Dua tahun ini sudah muncul laptop-laptop mungil berkonsep OLPC tersebut, salah satunya Asus Eee PC.

Nah sekarang sepertinya cocok kalau kita menunggu layanan akses internet murah he..he.. Mungkin nantinya akan ada jargon seperti internet access per host, setiap device yang support teknologi internet (IP based) bisa akses internet dimanapun dan kapanpun dengan harga murah (sangat berharap hihi). Apalagi sekarang sudah marak penggunaan IPv6, sehingga kekhawatiran akan kekurangan  IP Address sedikit berkurang, device seperti HP, PDA, UMPC, Laptop, ataupun PC bisa terkoneksi ke  internet dengan lebih mudah.

Sebenarnya sekarang pun device-device di atas sudah bisa terkoneksi ke internet dengan mudah. Tapi kekurangannya hanya satu, yaitu kurang murah he..he.., jadi agak enggan juga koneksi dari device seperti HP atau PDA dengan menggunakan jaringan GPRS atau 3G untuk browsing di internet. 

Mungkin salah satu syarat utama agar internet access per host dapat terwujud adalah harganya murah, seperti OLPC yang dibandrol dengan harga murah itu, akibatnya banyak yang rela antri beli. Biasanya harga jual suatu teknologi akan turun bila ada teknologi baru yang lebih baik masuk ke pasaran. Sepertinya tidak akan lama lagi karena WiMAX juga sebentar lagi datang atau ketika konsep RT/RW Net nya pak Onno sukses. Semoga.

Written by rakhmawan

April 17, 2008 at 11:37 pm

Posted in IT & Technology, Network

Tagged with ,

OMNeT++ Untuk Simulasi Urban Bus Traffic

with 10 comments

Kemarin waktu searching di Google tentang tutorial OMNeT++ dapat satu slide presentasi yang cukup menarik. Slide presentasi ini berasal dari Centre of Mathematical Modelling (CMM), University of Chille. Pada slide tersebut dilakukan simulasi public transportation di Chile dengan menggunakan software OMNeT++. Suatu implementasi sangat menarik, mengingat software OMNeT++ sebenarnya adalah Discrete Network Simulator gratis yang mirip network simulator lainnya seperti NS-2 ataupun OPNET.

Mungkin karena sifatnya yang discrete itu lah bisa digunakan untuk simulasi trafik yang lain asal traffic-nya discrete. Objek yang diteliti pada penelitian tersebut adalah public transportation network di kota Santiago de Chile. Bus dan penumpangnya dianalogikan sebagai paket, jalan raya sebagai links, dan bus stop, terminal serta perempatan jalan dimodelkan sebagai node behaviour .

Skala network yang dimodelkan pun tidak tanggung-tanggung, terdiri dari 5000 tempat tujuan (client host), 11000 jalan raya, 5000 bus, dan 4 juta penumpang.

Implementasi yang cukup menarik dari suatu Discrete Network Simulator. Sepertinya kota-kota besar seperti Jakarta juga perlu dimodelkan seperti tadi, tapi cukup kebayang rumitnya kalo memodelkan Jakarta he..he.. (delay-nya tinggi, jumlah packet-nya juga terlalu banyak). Contoh slide nya ada di sini.

Written by rakhmawan

April 16, 2008 at 2:13 pm

Install OMNeT++ dan INET Framework

with 6 comments

Gampang-gampang susah install OMNeT++ di UNIX, banyak dependency yang harus ikut di install sehingga butuh UNIX yang programnya mudah didapat dan di-install. OMNeT++ ini butuh compiler C untuk eksekusi module dan NED (bahasa untuk membuat topology) dari aplikasi yang akan disimulasikan.  Selain itu juga dibutuhkan aplikasi untuk mem-plot grafik yang dihasilkan dan software untuk mencetak dan supporting gambar-gambarnya (device, dll).

Kemarin coba-coba install di Ubuntu 7.10, dari kondisi standar Ubuntu yang fresh saja banyak dependency yang dibutuhkan belum ter-install.  Untung kalo install di Ubuntu sudah cukup banyak dokumentasinya dari beberapa sumber, walaupun masih kurang disana-sini tapi lumayan membantu. 

Setelah coba sana-sini akhirnya ter-install juga, sample-nya dapat jalan dengan sempurna seperti bila di-install di lingkungan Windows (XP atau Vista). Nah kalau di-install di Windows bisa dan mudah, kenapa harus susah-susah install di UNIX? Karena di Windows saya coba install INET Framework tidak jalan (INET Framework: salah satu modul di OMNeT++) ketika compiler nya saya coba Visual C++, padahal INET ini bagian penting untuk simulasi Tugas Akhir saya. INET saya gunakan untuk simulasi jaringan berbasis paket dan TCP/IP.

Sebenarnya ada cara lain agar INET Framework itu bisa jalan di Windows, yaitu compiler-nya menggunakan Cygwin. Tapi tetap saja bila menggunakan Cygwin maka cara install modul-modul yang lain akan mirip bila beroperasi di lingkungan UNIX bahkan akan lebih susah cari dependency-nya. Di tambah lagi dokumentasi untuk install di Windows lebih jarang bila dibandingkan install di UNIX.

Yah karena masalah sudah selesai, sekarang nikmati dulu OMNeT++ via Ubuntu. Mungkin lain kali akan dicoba di Windows dan UNIX lainnya.

Written by rakhmawan

April 15, 2008 at 12:55 am