Google Boso Jowo
Iseng-iseng ketika searching di google.co.id, ganti pilihan bahasa. Sebelah kanan bawah klik “Boso Jowo“, reaksi ketika membaca tulisan-tulisannya pertama kali adalah tersenyum geli hihihihi… Siapa sih yang buat? Kok kosakata yang dipakai bikin ketawa
.

Bagi yang fasih berbahasa jawa pasti akan merasa geli membaca tulisan yang digunakan itu, apalagi yang sehari-harinya bahasa jawa yang digunakan “krama inggil” (baca: kromo inggil). Frase yang paling membuat saya geli adalah “Kulo Kroso Bejo” kalau di google.co.id yang berbahasa Indonesia merupakan terjemahan dari “Saya Sedang Beruntung“. Are you kidding?
Mungkin yang mendesain memang ingin membuat orang yang menggunakan mesam-mesem (maklum selera humor orang jawa tinggi). Padahal ada frase lain yang agak sedikit formal, contohnya “Kulo Nembe Untung“, “Kulo Lagi Bejo“, atau “Aku Jek Bejo“. Tapi kayaknya juga nggak lebih baik dari yang “Kulo Kroso Bejo” he..he..Ada juga frase “Google Nggoleki“, kenapa nggak memakai bahasa krama inggil saja semisal “Google Ngucali” kan lebih enak rasanya. Anyway, cukup terhibur dan senang karena ada terjemahan bahasa daerah untuk mesin pencari paling pintar sejagat ini. Mungkin nanti ada juga untuk bahasa Sunda atau bahasa daerah lainnya. I hope so
Jadi pengen lihat Kamus Besar Bahasa Jawa, ada nggak ya?
Ragu Nulis Tentang Politik
Semenjak nulis blog sampai sekarang belum pernah sekalipun saya menulis tentang hal-hal yang berbau politik walaupun kadarnya cuma sedikit (sebenarnya pengen juga sekali-kali). Bukan karena nggak suka politik, tapi karena bagi saya pribadi berpikir tentang politik itu berat. Politik itu surganya pro dan kontra, dan biasanya pendekatannya itu pendekatan konflik. Nah ini dia yang saya kurang suka, pendekatan konflik! (jadi inget kuliah kapita selekta kemarin sama pak Ismail dari Postel.. he..he.. ).
Mungkin karena lumayan jengah juga dengan permainan-permainan politik di negeri ini. Yang salah bisa jadi benar dan yang benar bisa jadi salah, fiuhhhh.. Sekali lagi bukan karena antipati terhadap hal-hal yang berbau politik, tapi cuma menyampaikan uneg-uneg kurang puas aja terhadap kondisi politik di negara ini. Saya mah rakyat kecil yang hanya bisa berharap agar bapak-bapak yang di atas sana itu sedikit lebih baik lagi mengabdi kepada negara.
Tapi walau bagaimanapun kurang beresnya politik, saya juga tidak setuju kalau ada orang yang bilang “Politik itu kotor jangan lah coba-coba masuk ke sana!“. Lah kalau semua orang beranggapan kayak gini, ntar yang masuk ke bidang politik nggak ada orang baiknya, bisa lebih bahaya tuh.. cilaka beranak pinak nantinya. Politik itu sangat penting dan fundamental bagi kehidupan bernegara, tapi ya itu semakin penting dan ‘basah’ bidangnya semakin banyak orang yang memperebutkannya.
Kalau ditanya, “Mau nggak masuk ke politik?”. Hmm.. Mungkin nanti deh kalo udah gede dan kalo jadi takdirnya he..he.. Btw jadinya kok malah nulis tentang politik nih hihihi.
Mewujudkan Paperless Office
Jargon paperless office memang sudah menggema beberapa tahun lalu. Sejak kemajuan di bidang teknologi informasi dan komputer, manusia mendapatkan alternatif lain dalam mengolah dan membaca
berbagai dokumen. Paperless office merupakan suatu cita-cita untuk membiasakan diri mengolah dan membaca dokumen dalam bentuk digital, dengan kata lain mengurangi pemakaian kertas sebagai bahan pokok penulisan dokumen seperti sekarang ini.
Memang maksud dari paperless office ini bagus, apalagi sekarang ini sudah banyak orang yang punya komputer, laptop, UMPC, maupun PDA yang bisa membaca dokumen-dokumen digital dengan mudah. Bila pemakaian kertas dikurangi maka penebangan hutan pun bisa ikut berkurang karena kayu sebagai bahan dasar pembuatan kertas permintaannya dikurangi.
Semenjak kuliah dan banyak menggunakan komputer, saya lebih banyak membaca-baca buku dalam bentuk ebook apalagi bahan-bahan kuliah yang diberikan dosen semuanya dalam bentuk slide presentasi. Akhirnya laptop jadi perpustakaan berjalan, banyak koleksi ebook dan bahan-bahan kuliah . Kalau mau baca-baca tinggal buka laptop.
Namun tetap aja manusia itu makhluk analog, masih suka yang berbau analog walaupun dimana-mana dimanjakan dengan produk digital. Saya termasuk yang kurang begitu suka membaca di depan komputer untuk bahan-bahan yang serius (apalagi Antena
). Kalau membac
a topik serius (dalam format digital) lebih baik di-print dulu sebelum dibaca, lebih fleksibel dan nyaman.
Tapi pada dasarnya paperless office memiliki banyak manfaat selain ramah lingkungan karena tidak menambah sampah juga cukup membantu mengurangi tumpukan kertas di meja kerja atau belajar. Ditambah lagi dengan format digital itu penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan cepat. Walaupun begitu bukan berarti tidak mempunyai dampak negatif, bila semua dosen menyuruh mahasiswanya mengumpulkan tugas kuliah dalam format digital, maka praktek copy paste akan semakin merajalela
. Mungkin harus ada suatu kesepakatan bersama dulu dalam hal ini.
Just my opinion, bagaimana menurut anda?
Documentation Blog
Setelah dipikir akhirnya saya putuskan untuk membuat alamat blog baru yang nantinya akan digunakan untuk menampilkan tulisan-tulisan yang berbau teknis. Berikut beberapa alasan mengapa saya putuskan memisahkan antara tulisan non-teknis dengan tulisan teknis:
- Mendokumentasikan beberapa tulisan teknis
- Kurang enak dilihat kalau tulisan teknis dan non-teknis ditampilkan berbarengan di dalam satu blog.
Dengan adanya blog baru khusus teknis ini saya harap lebih memacu diri sendiri untuk mendokumentasikan hal-hal teknis yang pernah saya kerjakan atau pernah saya pelajari. Syukur-syukur kalau bermanfaat juga bagi orang lain. Minimal kalau dokumentasi ini saya sebar di internet , bila ada yang meng-copy-nya dan menyimpannya di tempat lain bisa saya dapatkan lagi bila suatu saat kehilangan dokumentasi saya sendiri.
Akhir kata karena dokumentasi itu begitu penting, blog baru ini resmi dibuka
.
Buku Tentang Muhammad SAW
Salah satu buku yang menceritakan kehidupan Nabi Muhammad SAW yang paling saya suka adalah buku yang berjudul ”Sesungguhnya Dia lah Muhammad – Sebuah Novel“. Buku karangan Idrus Shahab ini bertutur kata tentang akhlak Nabi Muhammad SAW dalam cara yang lain. Berbeda dengan buku serupa, buku ini bercerita seperti layaknya novel karena berkisah tentang seorang pemuda yang sedang pergi berkunjung ke rumah salah satu sahabatnya dan berkenalan dengan seorang ustad disana.

Semenjak bertemu ustad itulah pemuda tersebut banyak belajar tentang keindahan akhlak Muhammad SAW. Mendengar penuturan sang ustad, tergeraklah hati si pemuda untuk perlahan-lahan mencontoh akhlak Nabi nya itu. Semakin lama semakin dalam pelajaran yang didapat, dia semakin menemukan harapan untuk mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik setelah sebelumnya mengalami kebimbangan ketika kuliahnya berantakan dan gagal memenuhi harapan orang tuanya.
Ada total sebanyak 19 bab di novel ini yang menceritakan akhlak Muhammad SAW baik itu sebagai seorang kepala negara, seorang suami, seorang jendral perang, maupun sebagai orang biasa di tengah-tengah kaumnya. Dengan keluhuran pribadinya itu, beliau mampu memberi secercah cahaya bagi para pengikutnya dalam menjalani hidup ini dan mempersiapkan diri menyongsong kampung akhirat.
Secara keseluruhan alur cerita buku ini bagus dan tidak berbelit-belit. Di dalamnya kaya akan pesan-pesan moral dan dapat tersampaikan dengan baik. Salut buat penulisnya yang telah membuat novel berkualitas ini.
The Journalist
Mulai tanggal 28 Maret ‘08, saya ubah tampilan blog ini (lebih tepatnya ganti theme) menjadi lebih fresh dibanding tampilan sebelumnya. Judul theme ini adalah “The Journalist“, bernuansa hitam putih dengan layout sederhana tapi berkesan modern. Karena tampilan yang sederhana inilah kuputuskan untuk menggunakannya, menyesuaikan dengan judul blogku “Simplified“.
The Journalist, punya suatu nilai rasa pemaknaan tersendiri bagiku. Berkaitan dengan tujuanku menulis blog yaitu mengasah kemampuan dalam menulis dan berbagi sedikit pengetahuan tentang beberapa hal yang kuketahui. Memang tidak pernah bercita-cita menjadi seorang journalist, tapi saya menaruh respect cukup tinggi terhadap orang yang berprofesi sebagai journalist dan berharap suatu saat tulisan-tulisanku memiliki kualitas setara dengan para journalist terkemuka dunia.
Ada sebuah doa dan harapan disini, bisa menghasilkan tulisan setara dengan tulisan para journalist atau menjadi seorang journalist. Mungkin masih lama untuk mencapai tahap itu karena memang butuh pengalaman dan proses yang cukup panjang. Minimal sekarang bisa menjadi journalist bagi diri sendiri, membuat tulisan, publish, lalu mengedit bagian-bagian penting yang kurang pas dari tulisanku, serta mengkritik sendiri tulisan-tulisan itu sembari berharap kedepannya dapat menulis lebih baik lagi.
Terakhir kalinya saya ucapkan terima kasih kepada “Lucian Marin” yang telah membuat “The Journalist”.Thanks
Mainan Harian
Iseng-iseng jepret laptop sama PC yang digunakan buat ngerjain TA. Kasihan dua makhluk ini, tiap hari diperas tenaganya buat ngerjain TA yang nggak kunjung selesai ha..ha.. semoga amal ibadah mereka diterima
. Buat ngerjain laporan, diagram, serta catatan penting disimpan di lapie ini (Lenovo Y410, OS:Windows Vista Business).

Sementara PC paling kanan bagian remuk-remuknya, ngejalanin Dynamips yang super berat dan butuh RAM gede (PC rakitan, OS:Linux Ubuntu 7.10). PC ini nggak perlu layar monitor, keyboard, dan mouse, karena aksesnya bisa di remote (pakai VNC Server). UPS di sebelahnya nggak tahu punya siapa, siapapun yang punya izin pinjem dulu.. .
Mudah-mudahan masih kuat dan tahan lama
Safari Web Browser
Beberapa hari ini saya lebih sering memakai Safari buat searching di internet. Browser Safari yang saya pakai adalah versi 3.1 keluaran terbaru dari Apple, inc . Sampai saat ini cukup puas menggunakan browser ini karena performa dan tampilannya memang mantap!. Dari segi performa memang patut diakui safari sangat cepat dalam menampilkan halaman html yang kita cari, apple sendiri mengklaim bahwa browsernya lebih cepat 2 kali lipat dari versi standar Internet Explorer dari Microsoft, inc dan 1.6 kali lebih cepat dibandingkan Mozilla Firefox 2.
Secara intuitif, safari memang terasa lebih cepat dibandingkan browser lain yang pernah saya pakai sebelumnya (belum tau cara membandingkan performanya secara teknis sih
). Dari segi tampilan safari bisa menampilkan halaman html dengan sangat baik, pemilihan font-nya bagus dan enak dilihat, struktur halamannya tersusun rapi tidak cacat sana sini. Desain browser-nya simple dan elegan khas apple, dan satu lagi yang saya suka dari browser ini adalah tampilan searching halamannya. Kata hasil pencarian diblok dengan warna kuning, dan ketika next kata berikutnya ada efek woobling – nya. Cool..
Untuk coba-coba dan pemakaian sehari-hari, safari recommended bagi para peselancar web. Saya biasa menjalankan safari dari Windows Vista dan sampai saat ini belum pernah crash, untuk download dan info lebih jelasnya ada di apple.com.
I love it
Kesempatan Ikut Mencerdaskan Bangsa
Pendidikan merupakan investasi yang sangat berharga, bila suatu bangsa ingin maju maka pendidikan lah yang harus menjadi investasi utamanya. Saya yakin banyak teman-teman yang ingin ikut menyumbang buah pikirannya, ilmunya maupun pengalamannya kepada masyarakat luas.
Sebentar lagi (sekitar bulan April atau Mei) pemerintah akan membuka jalur akses internet (katanya gratis!! ) kepada SMA/MA di seluruh Indonesia. Hal ini berarti semakin banyak user yang nantinya terkoneksi ke internet dan sebagian besar adalah para pelajar. Bukankah ini kesempatan buat kita-kita yang sudah menempuh pendidikan tinggi untuk sekedar membagi ilmu dan pengalamannya kepada adik-adik kita ini. Dengan internet jarak dan waktu sudah bukan masalah yang berarti, proses transfer pengalaman maupun ilmu pun bisa dilakukan dalam banyak cara, web atau blog bisa menjadi media yang sangat efektif untuk proses ini.
Dengan menulis hal-hal atau apapun lah yang bermanfaat dan positif kita bisa ikut sedikit mencerdaskan bangsa. Siapa tahu adik-adik kita yang imut2 itu bisa mengambil manfaat dari tulisan-tulisan yang kita buat. Mari cemari mereka dengan hal-hal yang positif.
Oh ya sekedar info, lonjakan pengguna internet ini sangat signifikan mulai dari 20 juta sampe diperkirakan nantinya 50 juta user jauh melampaui Malaysia. Info lengkapnya dapat diperoleh di link ini.
Pendekatan Sistemik
Terkadang kita bingung ketika akan memulai sesuatu dan membayangkan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang sudah dimulai. Tidak jarang pula kita kebingungan di tengah jalan akibat kesalahan prediksi proses yang sedang dibangun di tengah jalan. Ketika kita sedang menulis sering pula kehilangan ‘flow ’cerita yang sedang kita buat hingga akhirnya selesai dengan tulisan yang kurang terarah pada hasil akhir yang sebelumnya dibayangkan.
Saya pernah membaca buku tentang System Thinking (lupa judul bukunya), pada buku tersebut dijelaskan bahwa penyelesaian suatu masalah dapat kita modelkan dalam suatu pemikiran sistemik. Seperti pada diagram blok di atas, kita dapat memodelkannya kedalam input, system, dan output.Input di sini adalah masalah sedangkan output -nya adalah penyelesaian masalah. Di dalam system kita memproses informasi dari input untuk kemudian disesuaikan agar diperoleh output yang diinginkan. Artinya sebelum memulai penyelesaian masalah harus didefinisikan terlebih dahulu input dan output-nya. Dengan demikian kita mempunyai gambaran jelas tentang permasalahannya dan bisa membayangkan hasil akhirnya. Barulah kemudian mendesain sebuah sistem untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan.
Di dalam blok sistem sendiri, kita bisa membaginya kembali ke dalam beberapa blok yang saling terhubung satu sama lain membentuk sebuah proses yang saling terikat (seperti gambar di atas). Masing-masing blok itu pun terdiri dari input, output, dan blok system. Dengan kata lain ada sistem di dalam sistem, yang apabila blok di dalam sistem tersebut masih memiliki proses yang kompleks, dapat dipecah lagi menjadi beberapa blok sampai diperoleh urutan proses input –> system –> output yang lebih sederhana. Proses pemecahan ini terjadi secara rekursif dan tergantung kepada kompleksitas sistem yang dibuat.
Pemodelan sistem ini dalam dunia rekayasa bisa disetarakan dengan standar formal dari abstraction language dimana dewasa ini telah dikenal adanya UML (Unified Modelling Language) atau SDL (Specification Description Language). Abstraction Language tersebut adalah layer teratas ketika kita mengembangkan suatu sistem sebelum implementasi dengan bahasa pemrograman di layer yang lebih rendah. Selain itu pemahaman dan pendekatan sistem juga jauh lebih mudah dengan model definisi formal seperti itu.
Sejatinya konsep berpikir ini bisa digunakan secara luas diberbagai bidang ilmu, karena sistem berpikir secara sistemik seperti ini mampu mendifinisikan masalah dengan baik serta membantu untuk tetap fokus pada tujuan akhir yang ingin dicapai. Contohnya adalah ketika kita ingin membuat suatu tulisan, apabila kita menerapkan metode berpikir seperti ini langkah pertama yang kita lakukan adalah menetapkan langkah awal tulisan dan juga menetapkan hasil akhir dari tulisan yang kita buat. Apabila input dan output nya sudah jelas, maka dalam menulis kita bisa tetap menjaga flow tulisan sampai akhir. Selain mempermudah hal ini juga akan meningkatkan kualitas dari sistem apapun yang kita buat.
Dosen saya pernah menjelaskan bahwa proses berpikir demikian di Amerika sudah diajarkan sejak masih duduk di bangku SD
Semoga bermanfaat,
.gif)