Mobile Logic Game
Game ponsel apa yang sering anda mainkan? “Chess”, “Snake”, atau “Solitare”? Ada dua game ponsel favourite saya, keduanya berjenis logic game. Yang pertama adalah Sudoku, game ini salah satu logic game yang asyik karena selain mudah dimainkan juga cukup menantang.
Papan Sudoku terdiri dari 3 x 3 blok yang dibagi lagi menjadi 3 x 3 grid tiap bloknya, sehingga total ada 9 x 9 grid. Untuk memainkan game dari Jepang ini, kita diminta untuk memasukkan angka 1 sampai 9 pada tiap blok. Hal itu dilakukan untuk kesemua blok yang ada, hingga setiap blok terisi angka 1-9 dan tidak ada angka yang sama di setiap kolom dan baris pada papan Sudoku tersebut. Tingkat kesulitannya dibagai dalam 3 kategori, yaitu: easy, intermediate, dan hard. Tapi ada juga beberapa game Sudoku yang membagi lagi kategori hard menjadi hard dan very hard atau diabolic.
Tentu untuk tiap tingkat kesulitan, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya juga bervariasi. Untuk yang easy biasanya butuh 5 menit, intermediate butuh 10 menit, dan yang hard bisa sampai 20 menit. Di Inggris, Amerika, dan Jepang, Sudoku sudah sangat populer dan sering dibahas, bahkan juga dikaji secara rutin di BBC.
Logic game berikutnya adalah Hitori (beda dengan Ninja Hatori
). Sama-sama berasal dari Jepang, tapi
memainkannya berbeda walaupun masih juga terdiri dari angka-angka. Cara memainkannya adalah dengan menghitamkan angka-angka yang ada sehingga dipenuhi 3 aturan berikut ini: 1. Dua blok angka yang dihitamkan tidak boleh terhubung secara langsung baik vertikal maupun horisontal (diagonal diperbolehkan). 2. Di dalam setiap baris dan kolom tidak boleh ada angka tidak diblok yang sama. 3. Setiap angka yang tidak diblok harus saling terkoneksi tegak lurus dengan yang lain.
Untuk ponsel, kedua game tersebut tersedia secara gratis. Hanya butuh java untuk dapat memainkannya di HP. Program tersebut bisa didownload dalam bentuk *.jar di www.getjar.com, dengan nama 5ud0ku untuk Sudoku dan just1 untuk Hitori. Selamat mencoba.
Tidak Mudah Vs Sulit
Ketika berusaha menyelesaikan suatu masalah pelik, lebih baik mengatakan “tidak mudah” atau “sulit”? Dua frase kata yang bersinonim atau memiliki arti yang sama, tetapi memiliki makna penggunaan yang berbeda.
Perbedaan ini saya dapatkan sewaktu mengikuti kuliah dosen saya kemarin. Pemakaian kata “sulit” pada penyelesaian masalah cenderung ‘pesimis’, sedangkan kata “tidak mudah” lebih mencerminkan ‘optimisme’ .
Bila dirasa-rasa memang ada benarnya, ketika menghadapi masalah dan mengatakan “penyelesaiannya memang sulit!”, seketika itu urat syaraf di tubuh kita seperti kehilangan tenaga dan semangat, pintu pikiran kita seakan-akan tertutup menuju pintu penyelesaian.
Lain halnya bila kalimat yang diucapkan “penyelesaiannya memang tidak mudah!”. Kata ‘mudah’ seperti memberi angin sejuk bahwa walaupun berbelit-belit dan butuh perjuangan tapi masih bisa diselesaikan. Kemudian pikiran kita akan bekerja mencari celah-celah penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.
Mungkin juga karena kita sudah akrab dengan Bahasa Indonesia dan sudah menjadi bahasa ibu, sehingga nilai rasa itu meresap ketika diucapkan. Tapi saya rasa orang bule juga akan memiliki rasa yang berbeda ketika mengucapkan “it’s not easy” dengan “it’s difficult“. Bagaimana menurut anda?
Nama Berharga Mahal!!!
Ketika iseng cari domain *.com untuk nama saya, tidak sengaja nyasar ke sebuah retailer nama domain. Disana nama “hendra” termasuk nama cantik untuk domain. Disebutkan domain “hendra.com” dijual dengan harga $8,000 atau sekitar Rp. 80 juta bila diambil kurs Rp.10000 per USD. Harga yang lebih baik untuk beli mobil bagi saya.

Perkiraan saya, mungkin ada orang kaya yang bernama “Hendra” atau ada suatu perusahaan juga dengan nama “Hendra”, sehingga retailer tersebut berani membandrol dengan harga tinggi. Dari keterangan-keterangan yang saya baca, sepertinya www.buydomains.com melayani pembelian nama domain-domain cantik, mungkin ada juga nama lain yang harganya jauh lebih tinggi. Kebayang bila Microsoft, Apple, atau Google bangkrut dan melelang nama domainnya, pasti harganya bisa selangit.
Bagi teman-teman yang memiliki nama sama dengan saya (Hendra, red) dan kebetulan memiliki banyak duit silahkan bersaing memperebutkan nama domain di atas. Saya sudah tidak nafsu lagi, karena sudah memiliki domain sendiri “rakhmawan.org“. Saya lebih senang dengan nama domain ini karena alamat email saya bisa menjadi “hendra@rakhmawan.org” nama lengkap saya. Dan .org dibelakangnya bukan berarti “organization“, tapi “orang”
.
Google Boso Jowo
Iseng-iseng ketika searching di google.co.id, ganti pilihan bahasa. Sebelah kanan bawah klik “Boso Jowo“, reaksi ketika membaca tulisan-tulisannya pertama kali adalah tersenyum geli hihihihi… Siapa sih yang buat? Kok kosakata yang dipakai bikin ketawa
.

Bagi yang fasih berbahasa jawa pasti akan merasa geli membaca tulisan yang digunakan itu, apalagi yang sehari-harinya bahasa jawa yang digunakan “krama inggil” (baca: kromo inggil). Frase yang paling membuat saya geli adalah “Kulo Kroso Bejo” kalau di google.co.id yang berbahasa Indonesia merupakan terjemahan dari “Saya Sedang Beruntung“. Are you kidding?
Mungkin yang mendesain memang ingin membuat orang yang menggunakan mesam-mesem (maklum selera humor orang jawa tinggi). Padahal ada frase lain yang agak sedikit formal, contohnya “Kulo Nembe Untung“, “Kulo Lagi Bejo“, atau “Aku Jek Bejo“. Tapi kayaknya juga nggak lebih baik dari yang “Kulo Kroso Bejo” he..he..Ada juga frase “Google Nggoleki“, kenapa nggak memakai bahasa krama inggil saja semisal “Google Ngucali” kan lebih enak rasanya. Anyway, cukup terhibur dan senang karena ada terjemahan bahasa daerah untuk mesin pencari paling pintar sejagat ini. Mungkin nanti ada juga untuk bahasa Sunda atau bahasa daerah lainnya. I hope so
Jadi pengen lihat Kamus Besar Bahasa Jawa, ada nggak ya?
Mewujudkan Paperless Office
Jargon paperless office memang sudah menggema beberapa tahun lalu. Sejak kemajuan di bidang teknologi informasi dan komputer, manusia mendapatkan alternatif lain dalam mengolah dan membaca
berbagai dokumen. Paperless office merupakan suatu cita-cita untuk membiasakan diri mengolah dan membaca dokumen dalam bentuk digital, dengan kata lain mengurangi pemakaian kertas sebagai bahan pokok penulisan dokumen seperti sekarang ini.
Memang maksud dari paperless office ini bagus, apalagi sekarang ini sudah banyak orang yang punya komputer, laptop, UMPC, maupun PDA yang bisa membaca dokumen-dokumen digital dengan mudah. Bila pemakaian kertas dikurangi maka penebangan hutan pun bisa ikut berkurang karena kayu sebagai bahan dasar pembuatan kertas permintaannya dikurangi.
Semenjak kuliah dan banyak menggunakan komputer, saya lebih banyak membaca-baca buku dalam bentuk ebook apalagi bahan-bahan kuliah yang diberikan dosen semuanya dalam bentuk slide presentasi. Akhirnya laptop jadi perpustakaan berjalan, banyak koleksi ebook dan bahan-bahan kuliah . Kalau mau baca-baca tinggal buka laptop.
Namun tetap aja manusia itu makhluk analog, masih suka yang berbau analog walaupun dimana-mana dimanjakan dengan produk digital. Saya termasuk yang kurang begitu suka membaca di depan komputer untuk bahan-bahan yang serius (apalagi Antena
). Kalau membac
a topik serius (dalam format digital) lebih baik di-print dulu sebelum dibaca, lebih fleksibel dan nyaman.
Tapi pada dasarnya paperless office memiliki banyak manfaat selain ramah lingkungan karena tidak menambah sampah juga cukup membantu mengurangi tumpukan kertas di meja kerja atau belajar. Ditambah lagi dengan format digital itu penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan cepat. Walaupun begitu bukan berarti tidak mempunyai dampak negatif, bila semua dosen menyuruh mahasiswanya mengumpulkan tugas kuliah dalam format digital, maka praktek copy paste akan semakin merajalela
. Mungkin harus ada suatu kesepakatan bersama dulu dalam hal ini.
Just my opinion, bagaimana menurut anda?
Documentation Blog
Setelah dipikir akhirnya saya putuskan untuk membuat alamat blog baru yang nantinya akan digunakan untuk menampilkan tulisan-tulisan yang berbau teknis. Berikut beberapa alasan mengapa saya putuskan memisahkan antara tulisan non-teknis dengan tulisan teknis:
- Mendokumentasikan beberapa tulisan teknis
- Kurang enak dilihat kalau tulisan teknis dan non-teknis ditampilkan berbarengan di dalam satu blog.
Dengan adanya blog baru khusus teknis ini saya harap lebih memacu diri sendiri untuk mendokumentasikan hal-hal teknis yang pernah saya kerjakan atau pernah saya pelajari. Syukur-syukur kalau bermanfaat juga bagi orang lain. Minimal kalau dokumentasi ini saya sebar di internet , bila ada yang meng-copy-nya dan menyimpannya di tempat lain bisa saya dapatkan lagi bila suatu saat kehilangan dokumentasi saya sendiri.
Akhir kata karena dokumentasi itu begitu penting, blog baru ini resmi dibuka
.
The Journalist
Mulai tanggal 28 Maret ‘08, saya ubah tampilan blog ini (lebih tepatnya ganti theme) menjadi lebih fresh dibanding tampilan sebelumnya. Judul theme ini adalah “The Journalist“, bernuansa hitam putih dengan layout sederhana tapi berkesan modern. Karena tampilan yang sederhana inilah kuputuskan untuk menggunakannya, menyesuaikan dengan judul blogku “Simplified“.
The Journalist, punya suatu nilai rasa pemaknaan tersendiri bagiku. Berkaitan dengan tujuanku menulis blog yaitu mengasah kemampuan dalam menulis dan berbagi sedikit pengetahuan tentang beberapa hal yang kuketahui. Memang tidak pernah bercita-cita menjadi seorang journalist, tapi saya menaruh respect cukup tinggi terhadap orang yang berprofesi sebagai journalist dan berharap suatu saat tulisan-tulisanku memiliki kualitas setara dengan para journalist terkemuka dunia.
Ada sebuah doa dan harapan disini, bisa menghasilkan tulisan setara dengan tulisan para journalist atau menjadi seorang journalist. Mungkin masih lama untuk mencapai tahap itu karena memang butuh pengalaman dan proses yang cukup panjang. Minimal sekarang bisa menjadi journalist bagi diri sendiri, membuat tulisan, publish, lalu mengedit bagian-bagian penting yang kurang pas dari tulisanku, serta mengkritik sendiri tulisan-tulisan itu sembari berharap kedepannya dapat menulis lebih baik lagi.
Terakhir kalinya saya ucapkan terima kasih kepada “Lucian Marin” yang telah membuat “The Journalist”.Thanks
Mainan Harian
Iseng-iseng jepret laptop sama PC yang digunakan buat ngerjain TA. Kasihan dua makhluk ini, tiap hari diperas tenaganya buat ngerjain TA yang nggak kunjung selesai ha..ha.. semoga amal ibadah mereka diterima
. Buat ngerjain laporan, diagram, serta catatan penting disimpan di lapie ini (Lenovo Y410, OS:Windows Vista Business).

Sementara PC paling kanan bagian remuk-remuknya, ngejalanin Dynamips yang super berat dan butuh RAM gede (PC rakitan, OS:Linux Ubuntu 7.10). PC ini nggak perlu layar monitor, keyboard, dan mouse, karena aksesnya bisa di remote (pakai VNC Server). UPS di sebelahnya nggak tahu punya siapa, siapapun yang punya izin pinjem dulu.. .
Mudah-mudahan masih kuat dan tahan lama
Safari Web Browser
Beberapa hari ini saya lebih sering memakai Safari buat searching di internet. Browser Safari yang saya pakai adalah versi 3.1 keluaran terbaru dari Apple, inc . Sampai saat ini cukup puas menggunakan browser ini karena performa dan tampilannya memang mantap!. Dari segi performa memang patut diakui safari sangat cepat dalam menampilkan halaman html yang kita cari, apple sendiri mengklaim bahwa browsernya lebih cepat 2 kali lipat dari versi standar Internet Explorer dari Microsoft, inc dan 1.6 kali lebih cepat dibandingkan Mozilla Firefox 2.
Secara intuitif, safari memang terasa lebih cepat dibandingkan browser lain yang pernah saya pakai sebelumnya (belum tau cara membandingkan performanya secara teknis sih
). Dari segi tampilan safari bisa menampilkan halaman html dengan sangat baik, pemilihan font-nya bagus dan enak dilihat, struktur halamannya tersusun rapi tidak cacat sana sini. Desain browser-nya simple dan elegan khas apple, dan satu lagi yang saya suka dari browser ini adalah tampilan searching halamannya. Kata hasil pencarian diblok dengan warna kuning, dan ketika next kata berikutnya ada efek woobling - nya. Cool..
Untuk coba-coba dan pemakaian sehari-hari, safari recommended bagi para peselancar web. Saya biasa menjalankan safari dari Windows Vista dan sampai saat ini belum pernah crash, untuk download dan info lebih jelasnya ada di apple.com.
I love it
logo redhat
Entah kenapa aku suka banget logo distro Linux yang satu ini..
Kesan yang bisa ditangkap : cool, macho, keren, kuat, dan menantang..
.

Mungkin tiap orang bakal mempunyai pikiran masing-masing mengenai logo ini, bagi para penggemar berat redhat mungkin logo ini bisa terus dipasang di wallpaper-nya
. Bagi orang awam bisa saja bisa takjubbb sama logo ini karena kesan macho-nya. Tapi bisa juga bagi distro saingannya akan menganggap logo ini kurang bagus lebih bagus logo dari distronya.. “hmm… my logo absolutely still the best“, he said.
What are you think about this? cool right?