Simplified

Tidak Mudah Vs Sulit

Posted in Curhat, Pendidikan, Serba-Serbi by rakhmawan on April 24th, 2008

Ketika berusaha menyelesaikan suatu masalah pelik, lebih baik mengatakan “tidak mudah” atau “sulit”?  Dua frase kata yang bersinonim atau memiliki arti yang sama, tetapi memiliki makna penggunaan yang berbeda.

Perbedaan ini saya dapatkan sewaktu mengikuti kuliah dosen saya kemarin. Pemakaian kata “sulit” pada penyelesaian masalah cenderung ‘pesimis’, sedangkan kata “tidak mudah” lebih mencerminkan ‘optimisme’ .

Bila dirasa-rasa memang ada benarnya, ketika menghadapi masalah dan mengatakan “penyelesaiannya memang sulit!”, seketika itu urat syaraf di tubuh kita seperti kehilangan tenaga dan semangat, pintu pikiran kita seakan-akan tertutup menuju pintu penyelesaian.

Lain halnya bila kalimat yang diucapkan “penyelesaiannya memang tidak mudah!”. Kata ‘mudah’ seperti memberi angin sejuk bahwa walaupun berbelit-belit dan butuh perjuangan tapi masih bisa diselesaikan. Kemudian pikiran kita akan bekerja mencari celah-celah penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.

Mungkin juga karena kita sudah akrab dengan Bahasa Indonesia dan sudah menjadi bahasa ibu, sehingga nilai rasa itu meresap ketika diucapkan. Tapi saya rasa orang bule juga akan memiliki rasa yang berbeda ketika mengucapkan “it’s not easy” dengan “it’s difficult“. Bagaimana menurut anda?

Tagged with:

Ragu Nulis Tentang Politik

Posted in Curhat, Sosial & Budaya by rakhmawan on April 12th, 2008

Semenjak nulis blog sampai sekarang belum pernah sekalipun saya menulis tentang hal-hal yang berbau politik walaupun kadarnya cuma sedikit (sebenarnya pengen juga sekali-kali). Bukan karena nggak suka politik, tapi karena bagi saya pribadi berpikir tentang politik itu berat. Politik itu surganya pro dan kontra, dan biasanya pendekatannya itu pendekatan konflik.  Nah ini dia yang saya kurang suka, pendekatan konflik! (jadi inget kuliah kapita selekta kemarin sama pak Ismail dari Postel.. he..he.. ).

Mungkin karena lumayan jengah juga dengan permainan-permainan politik di negeri ini. Yang salah bisa jadi benar dan yang benar bisa jadi salah, fiuhhhh.. Sekali lagi bukan karena antipati terhadap hal-hal yang berbau politik, tapi cuma menyampaikan uneg-uneg kurang puas aja terhadap kondisi politik di negara ini. Saya mah rakyat kecil yang hanya bisa berharap agar bapak-bapak yang di atas sana itu sedikit lebih baik lagi mengabdi kepada negara.

Tapi walau bagaimanapun kurang beresnya politik, saya juga tidak setuju kalau ada orang yang bilang “Politik itu kotor jangan lah coba-coba masuk ke sana!“. Lah kalau semua orang beranggapan kayak gini, ntar yang masuk ke bidang politik nggak ada orang baiknya, bisa lebih bahaya tuh.. cilaka beranak pinak nantinya. Politik itu sangat penting dan fundamental bagi kehidupan bernegara, tapi ya itu semakin penting dan ‘basah’ bidangnya semakin banyak orang yang memperebutkannya.

Kalau ditanya, “Mau nggak masuk ke politik?”. Hmm.. Mungkin nanti deh kalo udah gede dan kalo jadi takdirnya he..he.. Btw jadinya kok malah nulis tentang politik nih hihihi.

Tagged with:

The Journalist

Posted in Curhat, Serba-Serbi by rakhmawan on April 2nd, 2008

Mulai tanggal 28 Maret ‘08, saya ubah tampilan blog ini (lebih tepatnya ganti theme) menjadi lebih fresh dibanding tampilan sebelumnya. Judul theme ini adalah “The Journalist“, bernuansa hitam putih dengan layout sederhana tapi berkesan modern. Karena tampilan yang sederhana inilah kuputuskan untuk menggunakannya, menyesuaikan dengan judul blogku “Simplified“.

The Journalist, punya suatu nilai rasa pemaknaan tersendiri bagiku. Berkaitan dengan tujuanku menulis blog yaitu mengasah kemampuan dalam menulis dan berbagi sedikit pengetahuan tentang beberapa hal yang kuketahui. Memang tidak pernah bercita-cita menjadi seorang journalist, tapi saya menaruh respect cukup tinggi terhadap orang yang berprofesi sebagai journalist dan berharap suatu saat tulisan-tulisanku memiliki kualitas setara dengan para journalist terkemuka dunia.

Ada sebuah doa dan harapan disini, bisa menghasilkan tulisan setara dengan tulisan para journalist atau menjadi seorang journalist. Mungkin masih lama untuk mencapai tahap itu karena memang butuh pengalaman dan proses yang cukup panjang. Minimal sekarang bisa menjadi journalist bagi diri sendiri, membuat tulisan, publish, lalu mengedit bagian-bagian penting yang kurang pas dari tulisanku, serta mengkritik sendiri tulisan-tulisan itu sembari berharap kedepannya dapat menulis lebih baik lagi.

Terakhir kalinya saya ucapkan terima kasih kepada “Lucian Marin” yang telah membuat “The Journalist”.Thanks

 

Tagged with: ,

hikmah itu mahal

Posted in Curhat, Serba-Serbi by rakhmawan on January 18th, 2008

Semua orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit di dalam hidupnya. Namun biasanya baru sadar ketika kita sudah sampai di puncak kebingungan. Saat itulah kita mulai flashback tentang apa saja yang telah kita lalui dan telah kita lakukan hingga kita berada dalam keadaan seperti itu (berada dalam kebingungan).

Maka beruntunglah orang-orang yang cepat mengambil hikmah dari masalah yang dihadapinya, semakin cepat dia menemukan hikmah itu maka semakin cepat pula dia untuk mulai memperbaiki diri dan kemudian keluar dari masalah yang dihadapinya. Namun tidak semudah itu untuk mendapat hikmah tersebut, Tuhan akan memberikan hikmah kepada siapapun yang Dia mau. Bila dia menginginkan seseorang memperoleh hikmah maka orang itu pasti akan memperoleh hikmah yang menyelamatkannya. Akan tetapi bila Dia tidak menginginkan seseorang memperoleh hikmah, sekeras apapun orang itu berusaha maka dia tidak akan memperoleh sedikitpun hikmah tersebut.

Bagi orang beriman, hikmah adalah suatu kenikmatan yang luar biasa. Dengan hikmah orang mulai bisa merubah dirinya, dengan hikmah pula seseorang mampu menjadi lebih baik lagi. Bisa dikatakan hikmah itu tak ternilai harganya, karena selain memang tidak bisa dinilai dengan uang hikmah juga hanya bisa dirasakan. Bayangkan seseorang yang mulai bangkrut perlahan, bila tidak cepat-cepat mengambil hikmahnya maka orang tersebut akan semakin bangkrut dan terpuruk. Ketika itulah dia akan bisa mengatakan hikmah itu mahal , karena bila dia cepat mengambil hikmah dan merubah dirinya saat itu juga dia akan terhindar dari kebangkrutan dan itulah letak kemahalannya. Begitu juga sebaliknya, bila cepat mengambil hikmah maka itulah keuntungan yang sangat besar.

Nah bagaimana supaya kita dapat dengan mudah memetik hikmah dari setiap kejadian yang menimpa diri kita? Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan mengenai masalah ini, tapi yang pertama dan yang paling utama adalah menjaga kebersihan hati kita selalu. Bila hati kita bersih, maka bagian diri kita yang lain juga akan bersih, pikiran bersih, tidak ada prasangka yang negatif, penuh dengan pikiran positif , dan selalu optimis. Dengan begitu kemungkinan besar hikmah yang positif akan mampir di hati sanubari kita. Penulis ingin berbagi tentang hal ini, karena penulis sudah pernah merasakan sendiri hal tersebut. Betapa hidup kalau tidak ada hikmah yang tidak bisa diambil, maka yang ada hanyalah kesempitan hidup.

Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua dan menjadi pemacu diri kita agar lebih baik lagi kedepannya.

Tagged with:

Perempuan (from my friend)

Posted in Curhat, Serba-Serbi by rakhmawan on January 11th, 2008

 

Bukan dari tulang ubun ia dicipta

Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja

Tak juga dari tulang kaki

Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak

Tetapi dari rusuk kiri

Dekat ke hati untuk dicintai

Dekat ke tangan untuk dilindungi

Tagged with: ,

ditulis dulu atau diketik langsung

Posted in Curhat by rakhmawan on April 23rd, 2007

Tiga hari pertama mulai ngeblog, saya tulis dulu apa yang akan diposting di buku harianku. Semuanya berjalan lancar, bahkan membuatku menjadi sangat suka menulis. Dalam satu hari, bisa menulis dua sampai tiga tulisan singkat tentang apa yang ada di pikiran.

Hari keempat karena sering bekerja menggunakan laptop, dicoba langsung mengetikkannya di laptop sekalian diposting tanpa menuliskannya terlebih dulu di buku harian. Awalnya cukup berjalan lancar pada hari itu, dua tulisan “selamat” dipasang diblog.

Nah, di hari kelima untuk ngeblog malah agak kehilangan semangat karena jenuh langsung menulisakannya di laptop. Padahal ada banyak yang pengen kutulis hari itu. Akhirnya di hari itu, tidak satupun aku menulis di blog.

Kesimpulannya bahwa menuliskannya di buku terlebih dulu lebih cocok buat saya bila ingin posting di blog. Hari ini, saya kembali menuangkan tulisan saya dulu di buku. Hasilnya isi pikiran lancar dituangkah di dalam tulisan. Ternyata walaupun dunia digital sudah sedemikian canggih memfasilitasi seseorang untuk mengungkapkan ide dan pikirannya. Dalam hal tulis-menulis, saya lebih nyaman menggunakan metode analog memakai pensil dan buku, karena bagi saya menulis dengan cara ini lebih nyaman dan manusiawi (sensenya ada).

Bagaimana dengan anda ? apakah pernah merasakan hal yang serupa ?

NB : tulisan ini saya tulis dulu di buku harian :)

Tagged with: , ,

lagi sentimentil

Posted in Curhat by rakhmawan on April 20th, 2007

bila waktu itu telah tiba

semua kabut ini akan tersibak

jalanpun terang benderang

kujemput kau bidadariku dengan kereta kencana

kita arungi hidup di mayapada ini

menitinya setapak demi setapak

Tagged with: ,

dokumentasi,,, musuh atau teman?

Posted in Curhat, Serba-Serbi by rakhmawan on April 19th, 2007

Dokumentasi ? mungkin inilah hal yang sangat penting dalam suatu running system tapi agak terlupakan. Saya sendiri masih kesulitan dalam melakukan dokumentasi. Ketika kita bekerja dalam lingkungan berbasis IT apalagi yang berbasiskan pelayanan, complaint pun akan sering datang. Ketika complaint itu datang, mau nggak mau harus segera diselesaikan apalagi kalau target layanannya ribuan orang dan termasuk layanan enterprise.

Ngoprek dan troubleshooting dadakan pun tak bisa lagi dihindarkan. Kalau sudah selesai, biasanya urutan-urutan langkah troubleshooting yang baru saja dilakukan pun kelupaan bila tidak segera didokumentasikan. Apalagi kalau kita bekerja dalam suatu sistem dinamis yang berubah dengan cepat. Dokumentasi sering kali ditinggalkan, dan nantinya akan menjadi masalah pelik di kemudian hari.  Minimal ini pengalaman saya pribadi loh,,, :)

Apakah anda mengalami masalah yang serupa? Bagaimana langkah anda dalam menyelesaikan masalah ini? Atau adakah yang tau cara / trik jitu membuat proses dokumentasi begitu menyenangkan?

Tagged with: ,

badai kuliah

Posted in Curhat, Kuliah by rakhmawan on April 19th, 2007

Wuih,, akhirnya kerasa juga kuliah bener-bener di ITB. Everyday is full with activity in campus. Tiap hari pun udah direlain buat nginep di kampus. Sungguh menguras tenaga dan pikiran. Itu pun masih ditambah kegiatan non-kuliah yang nggak kalah banyaknya.

But it’s a life, bila tidak seperti ini, aku nggak akan dewasa. Ya,,, orang dewasa dengan tanggung jawab yang harus dijalankan.

Agak tergelitik juga ketika mengingat ucapan temanku “jangan sampai kuliah mengganggu kita bermain” ,, hahahhahah

Tagged with:

fenomena BR blog

Posted in Curhat, Pendidikan by rakhmawan on April 19th, 2007

Salah satu alasan saya menulis blog adalah gara-gara membaca blognya pak Budi Rahardjo. Beliau memiliki banyak alamat blog, dan semuanya masih aktif menampung tulisan-tulisannya. Salah satu blognya yang sering saya kunjungi adalah http://rahard.wordpress.com. Enak baca blog itu, bahasanya simpel dan mudah dicerna. Banyak nilai-nilai positif yang tersirat dalam tulisan-tulisannya.

Kalau saya bilang tulisan pak Budi itu mirip amplifier (penguat-red) atau dalam kimia bisa disebut catalisator (pemercepat-red). Sebagai mahasiswa saya agak malu juga kalo melihat tulisan-tulisan beliau. Pak Budi yang cukup berumur saja sangat produktif dan enerjik, masak saya yang masih muda dan mendekati usia produktif malah males-malesan. Malu dong…

Salah satu tulisan beliau yang meng-catalisator saya ada di ebooknya tulis.pdf yang saya dapatkan dari websitenya di http://budi.insan.co.id. Di tulisannya itu, beliau mengemukakan menulis itu adalah salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seorang engineer. Ingin komunikasi dan mengungkapkan ide juga mau tidak mau suatu saat harus nulis juga, nah kalo kita belum terbiasa kan repot ya kan ?

Hal itulah yang membuat saya start-up lagi blog saya yang hilang selama beberapa bulan ini. Doakan ya supaya istiqomah :)

Tagged with: