Simplified

mulai dari yang paling sederhana

Semboyan Ki Hajar Dewantara

with 14 comments

Semenjak masih duduk di bangku SD sampai sekarang, saya masih ingat sekali semboyan dari Ki Hajar Dewantara berikut ini:

  • Ing Ngarso Sungtulodo
  • Ing Madya Mangunkarso
  • Tut Wuri Handayani

Semboyan itu menggambarkan peran seorang guru atau pendidik dalam dunia pendidikan. Kumpulan peran yang cukup lengkap, yaitu: menjadi teladan, memberikan semangat, dan memberikan dorongan. Luar biasa sebenarnya seorang guru itu, bila dimaknai dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan berpengaruh sangat bagus kepada anak didiknya.

Dari ketiga semboyan tersebut yang paling banyak kita kenal sekarang adalah Tut Wuri Handayani, biasanya tertulis di topi siswa SD sampai dengan SLTA. Tapi sampai sekarang saya tidak tau (entah lupa atau tidak pernah tahu) kenapa yang lebih populer semboyan Tut Wuri Handayani (dari belakang mendorong) bukan Ing Ngarso Sungtulodo (dari depan memberikan teladan) ataupun Ing Madya Mangunkarso (dari tengah memberikan semangat) atau kenapa tidak ketiga-tiganya dipopulerkan? Ada yang tahu?

Anyway ikut mengucapkan: “Selamat Hari Pendidikan Nasional”, sudah saatnya pendidikan dan pendidik dihargai dan mengambil peran yang semestinya. Bukan karena apa-apa, tapi karena pendidikan adalah investasi utama suatu negara atau seseorang untuk maju.

Written by rakhmawan

May 2, 2008 at 2:26 pm

Posted in Pendidikan

Tagged with

14 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. barangkali karena sistem pendidikan yang diajarin ke murid-murid itu tidak untuk tampil, berani memberikan pendapat, atau sejenisnya, jadinya anak2 malah pasif saja.

    anton

    May 2, 2008 at 2:39 pm

  2. weLeh paK hendRa…apakabaR neH? auheuhae..Lama taK beRsua ya… Lagi iseng bLog waLking neh, ternyata beRtemu dengan teman Lama.. siLahkan diLink y… ^^

    oKKy

    May 4, 2008 at 3:07 am

  3. cerdas n kritis! bener juga ya… gara2 filosofi itulah orang2 kita jadi orang yg cuma ngikut2 aja, ngedukung2 aja, tanpa mau mempelopori…

    errick

    May 4, 2008 at 11:44 am

  4. weiss, alste semua nih yang komen :D
    mantabh-mantabh

    anton

    May 5, 2008 at 1:20 pm

  5. ndra piye TA?

    Nanta

    May 7, 2008 at 10:59 pm

  6. nice post :)

    nexlaip

    May 10, 2008 at 8:10 am

  7. Ndra, besok BBM naik (24 Mei 2008!) nggak jadi 1 Juni 2008. wis tuku bensin full durung, kowe? jadi 6000, bo?

    btw, anggaran pendidikan sekarang makin dipotong aja. Tadi juga habis lihat berita. Wah, payah ni.
    Tapi berita2 negatif berdasarkan statistik itu bener apa, gak, ya?

    Ari Kuncoro

    May 22, 2008 at 3:44 pm

  8. ndra, add ke blogroll ku ya.
    tp, msh cupu, underconstruction

    thx

    Andjas

    June 5, 2008 at 3:51 pm

  9. Aku ingatnya karena sering kluar di soal ulangan waktu SD hehe…..

    Rita

    June 11, 2008 at 6:29 am

  10. ndra, sukses TA-ne yo…

    mampir y k rumahku yang baru, selain di blogspot,,

    di sini,,

    http://antonthegreat.wordpress.com/

    sekalian ta’link juga blogmu…
    :) :) :)

    Anton

    August 24, 2008 at 10:38 pm

  11. pertanyaan kritis yg cerdas, mas :) memang sepantasnya hal itu ditanyakan, hanya orang2 tidak pernah terpikir utk menanyakan itu. memngapa yg lebih populer hanya penggalan “tut wuri handayani”
    taanyaaa kenapaaa?
    saya juga belum tahu

    Kang Nur

    September 4, 2008 at 6:01 pm

  12. “doktrin” pas sd, dan ga perna mikirin.. iya ya, kenapa ya -_-’

    danasatriya

    September 21, 2008 at 6:30 pm

  13. Seandainya para caleg, jika akhirnya terpilih melaksanakan semboyan yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara, maka tidak akan terjadi penyimpangan-penyimpangan yang tidak perlu dan memalukan seperti yang terpampang sekarang ini, semoga, amin.

    haroe sri sadono

    February 14, 2009 at 8:58 pm

  14. maju terusssss jangan mundur,,……
    hidup ki Hadjar dewantara,……?
    maatilah para pemerkosa hak-hak rakyat

    jasmadi

    November 10, 2009 at 6:26 pm


Leave a Reply