<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Tidak Mudah Vs Sulit</title>
	<atom:link href="http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/</link>
	<description>mulai dari yang paling sederhana</description>
	<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 05:39:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>By: rakhmawan</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/#comment-928</link>
		<dc:creator>rakhmawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 10:06:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=67#comment-928</guid>
		<description>@jmzach

memang bisa juga untuk mengetahui kondisi psikologis seseorang...

sepertinya waktu itu, bapak menjawab pilihan yang optimis :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@jmzach</p>
<p>memang bisa juga untuk mengetahui kondisi psikologis seseorang&#8230;</p>
<p>sepertinya waktu itu, bapak menjawab pilihan yang optimis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jmzach</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/#comment-873</link>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 18:28:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=67#comment-873</guid>
		<description>Jadi inget waktu tes wawancara beberapa  tahun silam. 
Apa  pendapatmu mengenai  gelas ini? Kata pewancara sambil menunjuk gelas  yang baru diminum separuhnya (baca setengah-nya).
... 
singkat cerita 
Orang yang optimis: "Air dalam gelas tsb masih  berisi separuh"
Orang yang pesimis: " Air dalam gelas tsb telah berkurang separuhnya"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi inget waktu tes wawancara beberapa  tahun silam.<br />
Apa  pendapatmu mengenai  gelas ini? Kata pewancara sambil menunjuk gelas  yang baru diminum separuhnya (baca setengah-nya).<br />
&#8230;<br />
singkat cerita<br />
Orang yang optimis: &#8220;Air dalam gelas tsb masih  berisi separuh&#8221;<br />
Orang yang pesimis: &#8221; Air dalam gelas tsb telah berkurang separuhnya&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rakhmawan</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/#comment-866</link>
		<dc:creator>rakhmawan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 06:22:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=67#comment-866</guid>
		<description>@erireng2

Kalau saya pilih.. "walaupun tidak mudah, masalah ini bisa diselesaikan.. " :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@erireng2</p>
<p>Kalau saya pilih.. &#8220;walaupun tidak mudah, masalah ini bisa diselesaikan.. &#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erireng2</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/#comment-863</link>
		<dc:creator>erireng2</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 00:44:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=67#comment-863</guid>
		<description>dalam buku "zero to hero" disebutkan perbedaan antara ungkapan

1. masalah itu "sulit tapi bisa dikerjakan"

dengan

2. masalah itu "bisa dikerjakan tetapi sulit"

kalau km, pilih yang mana Ndra..hayoo...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dalam buku &#8220;zero to hero&#8221; disebutkan perbedaan antara ungkapan</p>
<p>1. masalah itu &#8220;sulit tapi bisa dikerjakan&#8221;</p>
<p>dengan</p>
<p>2. masalah itu &#8220;bisa dikerjakan tetapi sulit&#8221;</p>
<p>kalau km, pilih yang mana Ndra..hayoo&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: realylife</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/#comment-852</link>
		<dc:creator>realylife</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 04:09:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=67#comment-852</guid>
		<description>sepertinya sama
sama-sama tidak mudah , dan sama2 sulit</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sepertinya sama<br />
sama-sama tidak mudah , dan sama2 sulit</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rakhmawan</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/#comment-814</link>
		<dc:creator>rakhmawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 03:56:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=67#comment-814</guid>
		<description>Iya.. memang semua pendapat benar.. ada berbagai macam teori tentang hal ini. Mengubah kata 'masalah' menjadi kata 'tantangan' bisa menimbulkan semangat bagi seseorang terutama bila dia menyukai tantangan. 

Tapi jangan sampai afirmasi yang terus menerus itu menyebabkan kita hilang kendali / hilang kewaspadaan. Terlalu menyukai tantangan kadang kala membuat kita lupa untuk mensyukuri waktu lapang yang ada.. padahal itu juga sebuah nikmat :D . Ya karena flow hidup itu berubah-ubah, tergantung bagaimana menyikapinya. Allahu'alam

Mengenai penelitian tentang kata 'tidak', terus terang saya tidak mau meyakini secara total.. Terlalu riskan untuk dianggap mutlak benar, karena di dalam banyak kitab suci.. Tuhan melarang manusia berbuat sesuatu dengan kata 'tidak'. Sehingga sangat tidak cocok hasil penelitian itu. Kalau pendapat saya, dan disebutkan didalam kitab suci saya (Al Qur'an), hidup manusia pasti selalu diinterfensi oleh godaan setan.. bila ada larangan  (dan biasanya memakai kata tidak) pasti agak berat dilaksanakan oleh sebagian besar kita. Hemat saya, itu adalah godaan setan, bukan karena kata 'tidak' (minimal dalam konteks ini).

Mengenai film the secret, sebenarnya 14 abad yang lalu sudah disebutkan. Innamal akmalu bin niat.. :D

Btw... senang dengan pendapat teman-teman semua.. masukan yang sangat berarti :D .

Just my 2 cent, 

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya.. memang semua pendapat benar.. ada berbagai macam teori tentang hal ini. Mengubah kata &#8216;masalah&#8217; menjadi kata &#8216;tantangan&#8217; bisa menimbulkan semangat bagi seseorang terutama bila dia menyukai tantangan. </p>
<p>Tapi jangan sampai afirmasi yang terus menerus itu menyebabkan kita hilang kendali / hilang kewaspadaan. Terlalu menyukai tantangan kadang kala membuat kita lupa untuk mensyukuri waktu lapang yang ada.. padahal itu juga sebuah nikmat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Ya karena flow hidup itu berubah-ubah, tergantung bagaimana menyikapinya. Allahu&#8217;alam</p>
<p>Mengenai penelitian tentang kata &#8216;tidak&#8217;, terus terang saya tidak mau meyakini secara total.. Terlalu riskan untuk dianggap mutlak benar, karena di dalam banyak kitab suci.. Tuhan melarang manusia berbuat sesuatu dengan kata &#8216;tidak&#8217;. Sehingga sangat tidak cocok hasil penelitian itu. Kalau pendapat saya, dan disebutkan didalam kitab suci saya (Al Qur&#8217;an), hidup manusia pasti selalu diinterfensi oleh godaan setan.. bila ada larangan  (dan biasanya memakai kata tidak) pasti agak berat dilaksanakan oleh sebagian besar kita. Hemat saya, itu adalah godaan setan, bukan karena kata &#8216;tidak&#8217; (minimal dalam konteks ini).</p>
<p>Mengenai film the secret, sebenarnya 14 abad yang lalu sudah disebutkan. Innamal akmalu bin niat.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Btw&#8230; senang dengan pendapat teman-teman semua.. masukan yang sangat berarti <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Just my 2 cent, </p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anton</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/#comment-812</link>
		<dc:creator>anton</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 02:47:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=67#comment-812</guid>
		<description>senada seperti yang laen, kalo pernah baca ato nonton the secret, apa yang kita fokuskan, itu yang akan kita dapet.

tinggal kita yang menyiasatinya bagaimana yang terbaik :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>senada seperti yang laen, kalo pernah baca ato nonton the secret, apa yang kita fokuskan, itu yang akan kita dapet.</p>
<p>tinggal kita yang menyiasatinya bagaimana yang terbaik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fikriw</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/#comment-784</link>
		<dc:creator>fikriw</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 16:15:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=67#comment-784</guid>
		<description>pernah baca katanya secara refleks otak bawah sadar kita tidak memproses kata yang diikuti oleh kata negatif, contohnya kata "tidak". Jadi kata "tidak mudah" secara refleks pertama kali akan diproses sebagai "mudah". Atau contoh lain coba sekarang kamu jangan memikirkan makanan, pasti pertama kali yang muncul adalah makanan.. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pernah baca katanya secara refleks otak bawah sadar kita tidak memproses kata yang diikuti oleh kata negatif, contohnya kata &#8220;tidak&#8221;. Jadi kata &#8220;tidak mudah&#8221; secara refleks pertama kali akan diproses sebagai &#8220;mudah&#8221;. Atau contoh lain coba sekarang kamu jangan memikirkan makanan, pasti pertama kali yang muncul adalah makanan.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rita</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/#comment-783</link>
		<dc:creator>rita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 13:21:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=67#comment-783</guid>
		<description>"tidak mudah" masih mengandung sedikit rasa pesimis.
bagaimana kalau diganti dengan kata "menantang"? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;tidak mudah&#8221; masih mengandung sedikit rasa pesimis.<br />
bagaimana kalau diganti dengan kata &#8220;menantang&#8221;? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: reditya</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/24/tidak-mudah-vs-sulit/#comment-781</link>
		<dc:creator>reditya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 12:05:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=67#comment-781</guid>
		<description>jadi inget waktu SMA dulu ada temen yang gak mau nyebut kata "masalah", melainkan dia memakai kata "tantangan". dengan begitu, setiap dia ada "masalah", dia menganggapnya sebagai "tantangan" yang harus ditaklukkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi inget waktu SMA dulu ada temen yang gak mau nyebut kata &#8220;masalah&#8221;, melainkan dia memakai kata &#8220;tantangan&#8221;. dengan begitu, setiap dia ada &#8220;masalah&#8221;, dia menganggapnya sebagai &#8220;tantangan&#8221; yang harus ditaklukkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
