<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Internet Access Per Host</title>
	<atom:link href="http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/17/internet-access-per-host/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/17/internet-access-per-host/</link>
	<description>mulai dari yang paling sederhana</description>
	<pubDate>Sat, 17 May 2008 09:46:23 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>By: rakhmawan</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/17/internet-access-per-host/#comment-865</link>
		<dc:creator>rakhmawan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 06:20:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=64#comment-865</guid>
		<description>Iya memang karena Bandwidth kebutuhannya kontinu, beda dengan OLPC yang sekali kita beli berarti sudah tidak ada ikatan kuat lagi dengan penjualnya.. Harganya just at that time... 

Semoga para operator seluler bisa menekan lagi tarif 3G dan GPRS nya, supaya akses packet datanya (untuk internet) bisa merakyat..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya memang karena Bandwidth kebutuhannya kontinu, beda dengan OLPC yang sekali kita beli berarti sudah tidak ada ikatan kuat lagi dengan penjualnya.. Harganya just at that time&#8230; </p>
<p>Semoga para operator seluler bisa menekan lagi tarif 3G dan GPRS nya, supaya akses packet datanya (untuk internet) bisa merakyat..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: affanzbasalamah</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/17/internet-access-per-host/#comment-860</link>
		<dc:creator>affanzbasalamah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 09:50:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=64#comment-860</guid>
		<description>Internet di Indonesia itu mahal karena ada komponen impor yg recurring: Bandwidth ke luar negeri. Susah juga itu dibuat murah, karena posisi tawar Indonesia lemah, karena Indonesia berada di pihak yang butuh. Alternatifnya : Indonesia bikin Internet sendiri. Toh Internet dipakai utk berkomunikasi dgn orang2 Indonesia sendiri. Kalau sudah kayak gitu, baru deh Internet itu harganya bisa 0,0000...1 rupiah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Internet di Indonesia itu mahal karena ada komponen impor yg recurring: Bandwidth ke luar negeri. Susah juga itu dibuat murah, karena posisi tawar Indonesia lemah, karena Indonesia berada di pihak yang butuh. Alternatifnya : Indonesia bikin Internet sendiri. Toh Internet dipakai utk berkomunikasi dgn orang2 Indonesia sendiri. Kalau sudah kayak gitu, baru deh Internet itu harganya bisa 0,0000&#8230;1 rupiah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rakhmawan</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/17/internet-access-per-host/#comment-664</link>
		<dc:creator>rakhmawan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 11:58:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=64#comment-664</guid>
		<description>@reditya

he..he.. ngelindurmu sistematis za :D.
Iya memang benar, kalo layer OSI itu 7 layer nah ini ada layer di atasnya lagi. Yaitu Money Layer dan Politic layer.. hahaha.. itulah yang susah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@reditya</p>
<p>he..he.. ngelindurmu sistematis za :D.<br />
Iya memang benar, kalo layer OSI itu 7 layer nah ini ada layer di atasnya lagi. Yaitu Money Layer dan Politic layer.. hahaha.. itulah yang susah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: reditya</title>
		<link>http://rakhmawan.wordpress.com/2008/04/17/internet-access-per-host/#comment-663</link>
		<dc:creator>reditya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 16:57:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rakhmawan.wordpress.com/?p=64#comment-663</guid>
		<description>nah, syarat harga murah itu juga mensyaratkan bermacam syarat yang lain, yang terkadang gak cuman masalah teknis dan itung-itungan, tapi juga politik dan permainan tingkat atas. inilah yang susah. variabel yang harus dimainkan terlalu banyak. gak akan jadi masalah kalo variabel yang banyak itu bisa diproses dalam superkomputer yang cepat sehingga masalah-masalah bisa selesai.

masalahnya, yang bikin program untuk menyelesaikan problem harga dengan variabel yang berbagai macam itu bukan seorang coder, jadi programnya ngeloop terus secara tak terbatas dan tak pernah mencapai titik akhir.

just my 2 cents. ngelindur opo iki aku ndra :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nah, syarat harga murah itu juga mensyaratkan bermacam syarat yang lain, yang terkadang gak cuman masalah teknis dan itung-itungan, tapi juga politik dan permainan tingkat atas. inilah yang susah. variabel yang harus dimainkan terlalu banyak. gak akan jadi masalah kalo variabel yang banyak itu bisa diproses dalam superkomputer yang cepat sehingga masalah-masalah bisa selesai.</p>
<p>masalahnya, yang bikin program untuk menyelesaikan problem harga dengan variabel yang berbagai macam itu bukan seorang coder, jadi programnya ngeloop terus secara tak terbatas dan tak pernah mencapai titik akhir.</p>
<p>just my 2 cents. ngelindur opo iki aku ndra <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
