Ragu Nulis Tentang Politik
Semenjak nulis blog sampai sekarang belum pernah sekalipun saya menulis tentang hal-hal yang berbau politik walaupun kadarnya cuma sedikit (sebenarnya pengen juga sekali-kali). Bukan karena nggak suka politik, tapi karena bagi saya pribadi berpikir tentang politik itu berat. Politik itu surganya pro dan kontra, dan biasanya pendekatannya itu pendekatan konflik. Nah ini dia yang saya kurang suka, pendekatan konflik! (jadi inget kuliah kapita selekta kemarin sama pak Ismail dari Postel.. he..he.. ).
Mungkin karena lumayan jengah juga dengan permainan-permainan politik di negeri ini. Yang salah bisa jadi benar dan yang benar bisa jadi salah, fiuhhhh.. Sekali lagi bukan karena antipati terhadap hal-hal yang berbau politik, tapi cuma menyampaikan uneg-uneg kurang puas aja terhadap kondisi politik di negara ini. Saya mah rakyat kecil yang hanya bisa berharap agar bapak-bapak yang di atas sana itu sedikit lebih baik lagi mengabdi kepada negara.
Tapi walau bagaimanapun kurang beresnya politik, saya juga tidak setuju kalau ada orang yang bilang “Politik itu kotor jangan lah coba-coba masuk ke sana!“. Lah kalau semua orang beranggapan kayak gini, ntar yang masuk ke bidang politik nggak ada orang baiknya, bisa lebih bahaya tuh.. cilaka beranak pinak nantinya. Politik itu sangat penting dan fundamental bagi kehidupan bernegara, tapi ya itu semakin penting dan ‘basah’ bidangnya semakin banyak orang yang memperebutkannya.
Kalau ditanya, “Mau nggak masuk ke politik?”. Hmm.. Mungkin nanti deh kalo udah gede dan kalo jadi takdirnya he..he.. Btw jadinya kok malah nulis tentang politik nih hihihi.
Kalau tidak siap sebaiknya jangan lakukan! Bikin sakit kepala. Tidak ada logika, yang ada hanya “kepentingan”.
benar pak Arry, memang bikin pusing karena yang dibawa “kepentingan” melulu. Jadi inget film “The Godfather”, disana musuhnya Michael Corleano pernah bilang “It’s not personal, it’s a business”..
Kalau ditanya, “Mau nggak masuk ke politik?”
Jadi inget pesan Bapak saya ke saya: “Kalau mau terjun ke politik/legislatif, kamu harus sudah dalam keadaan financial freedom (mapan). Jadi bila masuk dan berbuatlah sesuatu sesuai hati nuranimu sampai maksimal. Kalau sudah mentok/maksimal berusaha (tetap tidak banyak berkontribusi yang baik ke dalam) … ya KELUAR saja.”
Dan itu juga dilakukan beliau setelah 16 tahun berkarir di legislatif dan untuk seterusnya keluar dari dunia perpolitikan dan kembali fulltime ke kampus.
politik kalo pakai asas yang benar pasti terjamin efeknya bagi rakyat
tapi politikus2 indonesia salah kaprah coz pakai asas sekuler kapitalistik
beberapa tulisan yg aku perkenalkan…. semoga bermanfaat
berlibur ke malang>/a>
perbaikan komputer>/a>
bagi yang mau bisnis warnet>/a>
oooooyy…
Saya sendiri mumet kalau harus mengikuti peta perpolitikan nasional .. saya lebih suka pit-pitan keluar kota mencari udara segar he he .. cari sate kambing yang uenak .. Salam.