Simplified

mulai dari yang paling sederhana

Pendekatan Sistemik

with 8 comments

 

sistem 

 

Terkadang kita bingung ketika akan memulai sesuatu dan membayangkan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang sudah dimulai. Tidak jarang pula kita kebingungan di tengah jalan akibat kesalahan prediksi proses yang sedang dibangun di tengah jalan. Ketika kita sedang menulis sering pula kehilangan ‘flow ‘cerita yang sedang kita buat hingga akhirnya selesai dengan tulisan yang kurang terarah pada hasil akhir yang sebelumnya dibayangkan.

Saya pernah membaca buku tentang System Thinking (lupa judul bukunya)pada buku tersebut dijelaskan bahwa penyelesaian suatu masalah dapat kita modelkan dalam suatu pemikiran sistemik. Seperti pada diagram blok di atas, kita dapat memodelkannya kedalam inputsystem, dan output.Input di sini adalah masalah sedangkan output -nya adalah penyelesaian masalah. Di dalam system kita memproses informasi dari input untuk kemudian disesuaikan agar diperoleh  output yang diinginkan. Artinya sebelum memulai penyelesaian masalah harus didefinisikan terlebih dahulu input dan output-nya. Dengan demikian kita mempunyai gambaran jelas tentang permasalahannya dan bisa membayangkan hasil akhirnya. Barulah kemudian mendesain sebuah sistem untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan. 

 system 2 

 

 

Di dalam blok sistem sendiri, kita bisa membaginya kembali ke dalam beberapa blok yang saling terhubung satu sama lain membentuk sebuah proses yang saling terikat (seperti gambar di atas). Masing-masing blok itu pun terdiri dari inputoutput, dan blok system. Dengan kata lain ada sistem di dalam sistem, yang apabila blok di dalam sistem tersebut masih memiliki proses yang kompleks, dapat dipecah lagi menjadi beberapa blok sampai diperoleh urutan proses input –> system –> output yang lebih sederhana. Proses pemecahan ini terjadi secara rekursif dan tergantung kepada kompleksitas sistem yang dibuat.

Pemodelan sistem ini dalam dunia rekayasa bisa disetarakan dengan standar formal dari abstraction language dimana dewasa ini telah dikenal adanya UML (Unified Modelling Language) atau SDL (Specification Description Language). Abstraction Language tersebut adalah layer teratas ketika kita mengembangkan suatu sistem sebelum implementasi dengan bahasa pemrograman di layer yang lebih rendah. Selain itu pemahaman dan pendekatan sistem juga jauh lebih mudah dengan model definisi formal seperti itu.

Sejatinya konsep berpikir ini bisa digunakan secara luas diberbagai bidang ilmu, karena sistem berpikir secara sistemik seperti ini mampu mendifinisikan masalah dengan baik serta membantu untuk tetap fokus pada tujuan akhir yang ingin dicapai. Contohnya adalah ketika kita ingin membuat suatu tulisan, apabila kita menerapkan metode berpikir seperti ini langkah pertama yang kita lakukan adalah menetapkan langkah awal tulisan dan juga menetapkan hasil akhir dari tulisan yang kita buat. Apabila input dan output nya sudah jelas, maka dalam menulis kita bisa tetap menjaga flow tulisan sampai akhir. Selain mempermudah hal ini juga akan meningkatkan kualitas dari sistem apapun yang kita buat.

Dosen saya pernah menjelaskan bahwa proses berpikir demikian di Amerika sudah diajarkan sejak masih duduk di bangku SD :)

Semoga bermanfaat,

 

About these ads

Written by rakhmawan

March 27, 2008 at 4:11 pm

Posted in Kuliah, Pendidikan

Tagged with ,

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ndra, ada case contoh kasus gak gimana seorang anak SD amerika bisa mengimplementasikan proses berpikir ini untuk misalnya, menyelesaikan masalah sehari2 mereka..

    just curious :D

    reditya

    March 29, 2008 at 12:45 am

  2. wah kalo contoh kasus kurang begitu tau oiiiii :D. Kata dosen masalahnya, kalo saya pribadi sih baru belajar tentang System Thinking ini ya waktu kuliah :)

    rakhmawan

    March 29, 2008 at 1:16 am

  3. Mas Mawan, yg dibahas di sini maksudnya mungkin pendekatan sistemik bukan sistematik. Sistematik berarti runtut, satu persatu, sesuai urutannya. Pendekatan sistematik bisa jadi sistemik bisa pula tidak. Yg Mas Mawan bahas lebih tepat disebut pendekatan Sistemik. Salah satu artikel ringannya ada di

    http://budihartono.wordpress.com/2008/02/06/iceberg/

    MIT menjadi pioneer untuk mengajarkan Systems thinking di pendidikan dasar, tentunya disesuaikan dengan kemampuan siswa. Sila jenguk di sini http://sysdyn.clexchange.org/road-maps/home.html

    wassalam
    boed

    b oe d

    March 29, 2008 at 10:58 pm

  4. @mas b oe d
    Wah.. terima kasih atas koreksinya mas.. :) . Ternyata mas b oe d adalah ahlinya disini… salam kenal, mohon petunjuk dan sarannya.. mungkin kapan2 kita bisa saling diskusi.

    Saya memang sedang tertarik dengan konsep berpikir seperti ini.. dulu dosen saya pernah mengajarkan tentang System Thinking ini. Kalau dikuliah (saya Teknik Elektro) walaupun tidak diajarkan secara mendetail dan formal tentang system thinking ini, namun konsep berpikir dalam kuliah saya secara implisit membentuk untuk berpikir sistemik.

    Setiap membuat sistem selalu dibagi lagi menjadi beberapa bagian sistem kecil yang menyusunnya. Analisis dan modelling lebih enak per bagian (konsep modular) karena lebih memudahkan troubleshooting bila sewaktu-waktu terjadi masalah.

    Nah saya menjadi tertarik bagaimana kalo proses berpikir ini diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari, mungkin akan sangat menarik. Oleh karena itu saya mulai tertarik dengan System Thinking secara global :)

    Terima kasih sekali lagi atas koreksinya mas boed

    rakhmawan

    March 31, 2008 at 9:36 pm

  5. Kalo pernah mengambil kuliah pemodelan dan simulasi diajar oleh Pak Tasrif dan kuliah Rekayasa sistem, pasti mengenal sekali system thinking.

    Pendekatan input-output tentu sudah dipelajari di tingkat 2 kuliah Sinyal Sistem teknik elektro. Yakni dikenal dengan transfer function.

    Lebih jauh lagi, kalo anak subjur teknik kendali suatu sistem bukan hanya diamati dari input dan outputnya saja tetapi proses didalamnya. Ini dikenal dengan state space…

    Btw, teknik elektro subjur apa?

    gre

    April 18, 2008 at 11:45 pm

  6. @gre

    Kebetulan saya mulai mengenal System Thinking ini dari kuliahnya Pak Tasrif. Untuk kuliah Sinyal Sistem saya ambil, tapi tidak mencicipi Rekayasa Sistem.

    Saya subjur Telekomunikasi mas..
    Btw.. salam kenal buat mas Gre :D

    rakhmawan

    April 19, 2008 at 7:01 pm

  7. Salam kenal, saya kesasar disini karena nyari arti kata sistemik… pak, mas. Sekarang kan lagi banyak disebut tuh kata sistemik spt di pansus, di tipi.. sy jadi pengen tahu..penjelasan ilmiahnya gimana sih ya… apakah kata ini bisa berdiri sendiri? Terima kasih maap *OOT*

    oelil

    January 13, 2010 at 11:38 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: